WARTAGARUT.COM – Ajang bela diri bergengsi Temu Tarung “Battle of Honor” Volume 2 sukses digelar di Sport Hall SOR RAA Adiwijaya Garut dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80, Minggu (21/6/2026).
Event yang menghadirkan sekitar 200 petarung dari dalam dan luar negeri itu dipadati ribuan penonton serta menjadi sorotan publik karena memadukan olahraga, hiburan, dan edukasi karakter generasi muda.
Kegiatan tersebut menampilkan berbagai pertarungan Mixed Martial Arts (MMA) hingga turnamen panco yang berlangsung meriah sejak pagi hingga malam hari.
Antusiasme masyarakat terlihat tinggi karena ajang ini menghadirkan atmosfer pertandingan profesional yang jarang tersaji di Kabupaten Garut.
Wakil Ketua DPRD Garut, Dila Nurul Fadilah, S.E, mengapresiasi terselenggaranya Battle of Honor Volume 2 yang dinilai mampu menjadi ruang positif bagi pengembangan olahraga bela diri sekaligus pembinaan mental generasi muda.
“Bela diri bukan sekadar mengajarkan cara memukul. Yang paling penting adalah bagaimana anak-anak belajar melindungi diri, membantu sesama, memiliki keberanian, dan tidak takut terhadap tindakan bullying,” ujar Dila Nurulfadilah.
Bela Diri Dinilai Penting untuk Pembentukan Karakter Anak
Menurut Dila, edukasi bela diri perlu diperluas hingga ke sekolah-sekolah dan lingkungan masyarakat karena memiliki manfaat besar dalam membentuk disiplin, mental, serta karakter anak muda.
Ia menilai olahraga bela diri juga dapat menjadi sarana positif untuk menghindarkan generasi muda dari berbagai pengaruh negatif sekaligus meningkatkan rasa percaya diri.
“Ini penting disosialisasikan ke sekolah-sekolah dan masyarakat. Anak-anak perlu memiliki keberanian dan kemampuan menjaga diri, tetapi tetap menjunjung sportivitas serta nilai kemanusiaan,” katanya.
200 Petarung Ramaikan Battle of Honor Volume 2
Ajang Battle of Honor Volume 2 menghadirkan sekitar 200 petarung dari berbagai daerah di Indonesia hingga luar negeri. Pertandingan MMA menjadi salah satu daya tarik utama karena menampilkan duel penuh tensi tinggi yang menghibur ribuan penonton di SOR RAA Adiwijaya Garut.
Selain laga MMA, panitia juga menggelar turnamen panco dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80. Kehadiran berbagai cabang pertandingan membuat event tersebut mendapat perhatian luas dari pecinta olahraga bela diri.
Suasana arena pertandingan berlangsung meriah dengan dukungan penonton yang terus memenuhi tribun sepanjang acara berlangsung.
Didorong Jadi Agenda Tahunan Garut
Battle of Honor Volume 2 juga dinilai memiliki dampak positif terhadap promosi daerah dan pergerakan ekonomi lokal. Kehadiran peserta dan penonton dari luar daerah disebut ikut mendorong aktivitas sektor UMKM, kuliner, hingga penginapan di Garut.
Dila Nurulfadilah berharap event tersebut dapat terus berkembang dan menjadi agenda rutin tahunan di Kabupaten Garut.
“Ajang seperti ini bukan hanya melahirkan atlet-atlet potensial, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat dan memperkenalkan Garut ke tingkat yang lebih luas,” ujarnya.
Sementara itu, pihak promotor disebut mulai membuka peluang seleksi menuju Battle of Honor Volume 3 sebagai upaya menjaga kesinambungan kompetisi sekaligus mencari talenta-talenta baru di dunia bela diri.
Dengan tingginya antusiasme masyarakat, Battle of Honor diharapkan mampu menjadi salah satu ikon sport entertainment baru di Kabupaten Garut sekaligus wadah pembinaan atlet bela diri masa depan.***
Penulis : Soni Tarsoni


















Komentar