WARTAGARUT.COM – Kekalahan Belanda dari Maroko melalui adu penalti pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 tidak terjadi begitu saja.
Dalam laga Maroko vs Belanda, Oranje sebenarnya sempat berada di atas angin setelah unggul lebih dahulu lewat gol Cody Gakpo pada menit ke-72. Namun keunggulan tersebut gagal dipertahankan hingga akhirnya Maroko memaksakan adu penalti dan memastikan tiket ke babak 16 besar.
Lantas, apa penyebab Belanda tersingkir?
1. Belanda Kehilangan Kontrol Setelah Unggul
Gol Cody Gakpo membuat Belanda bermain lebih berhati-hati. Alih-alih terus menekan, skuad Ronald Koeman justru lebih banyak menunggu serangan Maroko.
Perubahan ritme ini memberi ruang bagi Singa Atlas untuk menguasai bola dan membangun serangan dari kedua sisi lapangan.
Dalam analisis Maroko vs Belanda, momentum pertandingan mulai bergeser setelah Belanda gagal mempertahankan intensitas permainan.
2. Pergantian Pemain Tidak Mengubah Dominasi
Ronald Koeman memasukkan Teun Koopmeiners dan Wout Weghorst untuk meningkatkan tekanan.
Pergantian tersebut memang berbuah gol pembuka melalui Cody Gakpo. Namun setelah unggul, Belanda tidak mampu menjaga keseimbangan permainan.
Sebaliknya, pergantian pemain Maroko justru lebih efektif. Issa Diop yang masuk dari bangku cadangan menjadi pembeda dengan mencetak gol penyama kedudukan pada menit 90+1.
3. Maroko Menang dalam Duel Mental
Salah satu faktor terbesar dalam laga Maroko vs Belanda adalah mental bertanding.
Saat tertinggal, Maroko tetap percaya diri dan terus menyerang hingga detik terakhir. Sebaliknya, Belanda terlihat mulai kehilangan organisasi permainan setelah kebobolan di masa injury time.
Gol Issa Diop mengubah atmosfer pertandingan secara total. Momentum yang sebelumnya berada di kubu Oranje langsung berpindah kepada Singa Atlas.
4. Bounou Kembali Jadi Pembeda
Jika Issa Diop menjadi penyelamat di waktu normal, maka Yassine Bounou tampil sebagai pahlawan pada babak adu penalti.
Penjaga gawang Maroko kembali menunjukkan kualitasnya dengan menggagalkan tendangan penting pemain Belanda.
Penampilan Bounou menjadi bukti bahwa Maroko tidak hanya mengandalkan pertahanan, tetapi juga memiliki sosok penentu di bawah mistar.
Ronald Koeman Perlu Evaluasi
Kekalahan ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Ronald Koeman. Belanda sebenarnya menguasai sebagian besar pertandingan dan berhasil unggul lebih dahulu.
Namun kegagalan mempertahankan tempo permainan, berkurangnya tekanan setelah mencetak gol, serta hilangnya fokus pada menit-menit akhir menjadi penyebab utama Oranje tersingkir.
Dalam laga Maroko vs Belanda, satu momen di menit 90+1 menjadi titik balik yang menghapus keunggulan Belanda dan membuka jalan bagi Maroko untuk menang melalui adu penalti.
Penulis : Soni Tarsoni


















Komentar