Gol Iran Dianulir VAR Jadi Momen Paling Kontroversial di Laga Mesir vs Iran
WARTAGARUT.COM– Laga Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026 menyisakan kontroversi besar setelah gol Iran dianulir melalui pemeriksaan VAR Mesir vs Iran pada menit ke-90+6.
Keputusan wasit membuat Iran gagal meraih kemenangan dramatis dan pertandingan berakhir imbang 1-1.
Insiden gol Iran dianulir langsung menjadi perbincangan karena terjadi pada masa injury time.
Banyak pendukung mempertanyakan alasan wasit membatalkan gol tersebut, sementara tayangan ulang VAR menjadi sorotan utama.
Kronologi Gol Iran yang Dianulir
Drama terjadi pada menit ke-90+6 ketika Iran berhasil memasukkan bola ke gawang Mesir dan para pemain sempat merayakan gol yang diyakini menjadi penentu kemenangan.
Namun wasit Szymon Marciniak menunda pengesahan gol dan menerima informasi dari ruang Video Assistant Referee (VAR).
Setelah proses peninjauan selesai, keputusan akhir menyatakan gol Iran dianulir sehingga skor tetap 1-1.
Tak lama setelah keputusan diumumkan, pertandingan kembali dilanjutkan hingga peluit panjang dibunyikan tanpa ada tambahan gol.
Bagaimana Proses VAR Bekerja?
Dalam pertandingan Mesir vs Iran, VAR digunakan untuk memeriksa kemungkinan adanya pelanggaran pada fase awal terciptanya gol.
Sesuai protokol, tim VAR dapat meninjau empat situasi utama, yaitu gol, penalti, kartu merah langsung, dan kesalahan identitas pemain.
Ketika ditemukan indikasi pelanggaran sebelum bola masuk ke gawang, wasit berhak membatalkan gol setelah menerima rekomendasi atau melakukan on-field review apabila diperlukan.
Pada kasus VAR Mesir vs Iran, hasil pemeriksaan menunjukkan adanya pelanggaran dalam proses serangan sehingga gol tidak disahkan.
Aturan IFAB yang Menjadi Dasar
Keputusan gol Iran dianulir mengacu pada Laws of the Game yang diterbitkan oleh International Football Association Board (IFAB).
Dalam regulasi tersebut, sebuah gol harus dibatalkan apabila pada fase serangan sebelumnya terjadi pelanggaran, seperti mendorong lawan, menarik pemain, handball oleh tim penyerang, atau offside yang berpengaruh langsung terhadap terciptanya gol.
Karena VAR menilai terdapat pelanggaran dalam Attacking Possession Phase (APP) sebelum bola masuk ke gawang, wasit memiliki dasar hukum untuk membatalkan gol tersebut.
Dengan demikian, keputusan bukan diambil berdasarkan hasil akhir tembakan, melainkan karena adanya pelanggaran pada rangkaian serangan yang menghasilkan gol.
Dampak bagi Hasil Pertandingan
Keputusan VAR memiliki dampak sangat besar terhadap hasil Mesir vs Iran.
Apabila gol tersebut disahkan, Iran akan menutup pertandingan dengan kemenangan 2-1 dan membawa pulang tiga poin penuh.
Namun setelah gol Iran dianulir, pertandingan tetap berakhir imbang 1-1 sehingga kedua tim hanya memperoleh satu poin.
Hasil ini membuat persaingan di grup tetap terbuka dan menjaga peluang lolos Mesir maupun Iran menuju babak gugur Piala Dunia 2026.
Mengapa Keputusan VAR Sering Diperdebatkan?
Meski teknologi VAR dirancang untuk meminimalkan kesalahan wasit, keputusan yang dihasilkan tetap kerap memunculkan perdebatan.
Perbedaan sudut kamera, interpretasi terhadap intensitas pelanggaran, hingga durasi pemeriksaan sering menjadi bahan diskusi di kalangan pemain, pelatih, maupun suporter.
Dalam laga Mesir vs Iran, keputusan membatalkan gol Iran menjadi contoh bagaimana satu momen dapat mengubah hasil pertandingan sekaligus memengaruhi persaingan di fase grup.
Bagi Iran, keputusan tersebut menghilangkan kemenangan yang sudah di depan mata.
Sementara bagi Mesir, VAR menjadi penyelamat yang memastikan mereka membawa pulang satu poin penting dari laga yang berlangsung penuh drama.***
Penulis : Soni Tarsoni


















Komentar