Mengapa Jerman Tersingkir? Analisis Kesalahan Die Mannschaft saat Melawan Paraguay

- Jurnalis

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mengapa Jerman Tersingkir? Analisis Kesalahan Die Mannschaft saat Melawan Paraguay

Mengapa Jerman Tersingkir? Analisis Kesalahan Die Mannschaft saat Melawan Paraguay

Penyebab Jerman Kalah dari Paraguay: Dominasi Tak Berbuah Kemenangan di Piala Dunia 2026

WARTAGARUT.COM – BOSTON – Kekalahan Jerman dari Paraguay pada Babak 32 Besar Piala Dunia FIFA 2026 menjadi salah satu kejutan terbesar turnamen.

Dalam laga Jerman vs Paraguay, Die Mannschaft sebenarnya lebih dominan sepanjang 120 menit, namun tetap gagal lolos setelah kalah 3-4 dalam adu penalti usai bermain imbang 1-1.

Penyebab Jerman kalah tidak hanya terletak pada drama adu penalti. Analisis Jerman vs Paraguay menunjukkan bahwa dominasi penguasaan bola, banyaknya peluang, hingga kualitas individu pemain tidak mampu diubah menjadi kemenangan karena efektivitas permainan Paraguay jauh lebih baik.

Dominasi Penguasaan Bola Tidak Efektif

Sepanjang pertandingan Jerman vs Paraguay, tim asuhan Julian Nagelsmann tampil mendominasi penguasaan bola dan terus mengurung pertahanan Paraguay.

Leroy Sane, Florian Wirtz, hingga Kai Havertz berkali-kali mencoba membongkar pertahanan lawan. Namun mayoritas serangan berhenti sebelum menghasilkan peluang yang benar-benar membahayakan.

Inilah penyebab Jerman kalah yang pertama. Dominasi bola tidak diimbangi kreativitas untuk membuka ruang di area pertahanan Paraguay yang bermain sangat rapat.

Baca Juga :  Profil Karim Adeyemi, Penyerang Cepat Borussia Dortmund dan Timnas Jerman

Blok Pertahanan Paraguay Sulit Ditembus

Dalam analisis Jerman vs Paraguay, kekuatan utama Paraguay berada pada organisasi pertahanannya.

Tim asuhan Gustavo Alfaro membentuk blok pertahanan yang disiplin dengan jarak antarlini sangat rapat. Ketika Jerman menyerang melalui tengah, Paraguay langsung menutup ruang.

Saat serangan dialihkan ke sisi lapangan, bek sayap dan gelandang bertahan bergerak cepat memberikan bantuan.

Strategi tersebut membuat Jerman lebih banyak menguasai bola di luar kotak penalti dibanding menciptakan peluang bersih.

Efektivitas Serangan Jadi Pembeda

Salah satu penyebab Jerman kalah adalah rendahnya efektivitas penyelesaian akhir.

Paraguay hanya memperoleh sedikit peluang, tetapi mampu memanfaatkannya menjadi gol melalui Julio Enciso pada babak pertama.

Sebaliknya, Jerman membutuhkan banyak peluang untuk menyamakan kedudukan lewat Kai Havertz.

Bahkan Jonathan Tah sempat mencetak gol pada babak tambahan, tetapi dianulir wasit karena terjadi pelanggaran terhadap penjaga gawang Orlando Gill.

Perbedaan efektivitas tersebut menjadi faktor penting yang membuat pertandingan tetap seimbang hingga adu penalti.

Baca Juga :  Profil Lamine Yamal, Wonderkid Barcelona yang Jadi Andalan Timnas Spanyol

Adu Penalti Jadi Penutup Tragis

Babak adu penalti memperlihatkan kesiapan mental Paraguay yang lebih baik.

Kai Havertz gagal menjalankan tugas sebagai penendang pertama setelah tendangannya ditepis Orlando Gill. Penyelamatan tersebut langsung memberikan kepercayaan diri kepada Paraguay.

Gill kembali melakukan penyelamatan penting sebelum Jose Canales memastikan kemenangan Paraguay.

Dalam analisis Jerman vs Paraguay, adu penalti memang menjadi penentu, tetapi akar masalah Jerman sudah terlihat sejak waktu normal ketika dominasi mereka gagal menghasilkan gol tambahan.

Pelajaran untuk Die Mannschaft

Kekalahan ini menjadi evaluasi besar bagi Julian Nagelsmann.

Jerman masih menunjukkan kualitas dalam membangun serangan dan menguasai pertandingan, tetapi penyelesaian akhir, variasi serangan, serta ketenangan dalam situasi krusial harus diperbaiki.

Sebaliknya, Paraguay membuktikan bahwa organisasi pertahanan yang solid, disiplin taktik, dan mental kuat mampu mengalahkan tim yang lebih dominan.

Penyebab Jerman kalah bukan sekadar kegagalan dalam adu penalti, melainkan kombinasi dari kurangnya efektivitas menyerang, sulit menembus blok pertahanan Paraguay, serta ketidakmampuan memaksimalkan dominasi sepanjang pertandingan.

Penulis : Soni Tarsoni

Berita Terkait

Prediksi Starting XI Prancis vs Spanyol, Duel Mbappe vs Yamal Jadi Sorotan
Luka Menalo Ungkap Alasan Gabung Persib Bandung, Siap Lanjutkan Mentalitas Juara
Siapa Antonio Rattin? Kapten Ikonik Argentina yang Wafat di Usia 89 Tahun
Skor Inggris vs Norwegia 2-1, Drama Extra Time! Bellingham Jadi Penentu
Argentina vs Swiss 3-1, Lionel Messi Cs Tantang Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026
Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026: Ranking 1 hingga 4 FIFA Saling Jegal
Lahir di Inggris, Jadi Ikon Norwegia! Begini Kisah Erling Haaland
Gol ke Gawang Inggris Bikin Andreas Schjelderup Jadi Sorotan, Siapa Sebenarnya?

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 19:37 WIB

Prediksi Starting XI Prancis vs Spanyol, Duel Mbappe vs Yamal Jadi Sorotan

Minggu, 12 Juli 2026 - 21:14 WIB

Luka Menalo Ungkap Alasan Gabung Persib Bandung, Siap Lanjutkan Mentalitas Juara

Minggu, 12 Juli 2026 - 20:17 WIB

Siapa Antonio Rattin? Kapten Ikonik Argentina yang Wafat di Usia 89 Tahun

Minggu, 12 Juli 2026 - 18:10 WIB

Skor Inggris vs Norwegia 2-1, Drama Extra Time! Bellingham Jadi Penentu

Minggu, 12 Juli 2026 - 18:00 WIB

Argentina vs Swiss 3-1, Lionel Messi Cs Tantang Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026

Berita Terbaru

error: Content is protected !!