WARTAGARUT.COM – Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), H. Aceng Malki, mengajak masyarakat untuk memaknai malam Nisfu Sya’ban sebagai momentum memperkuat keimanan, memperbaiki hubungan sosial, dan meningkatkan kepedulian spiritual.
Aceng Malki—yang akrab disapa Ceng Dewan—menyampaikan pentingnya menjadikan Nisfu Sya’ban sebagai sarana introspeksi diri menjelang Ramadan.
Ia mengutip hadis riwayat Ibnu Majah yang menyebutkan bahwa Allah SWT memberikan ampunan pada malam Nisfu Sya’ban, kecuali kepada orang musyrik dan mereka yang gemar mengadu domba.
“Malam Nisfu Sya’ban adalah waktu yang sangat mulia. Allah membuka pintu ampunan seluas-luasnya, kecuali bagi orang yang masih menyimpan permusuhan dan perpecahan,” ujar Aceng Malki melalui rilis kepada Warta Garut, Pada Senin, (2//2/2026).
Menurutnya, pesan hadis tersebut harus menjadi pengingat bagi umat Islam untuk menjaga persaudaraan dan menjauhi sikap yang merusak persatuan.
“Kita harus membersihkan hati, memperbaiki niat, dan menghentikan segala bentuk adu domba yang bisa memecah ukhuwah,” katanya.
Sebagai wakil rakyat, Aceng Malki menegaskan bahwa nilai-nilai keagamaan harus menjadi fondasi dalam menjalankan tugas politik dan pelayanan publik.
“Saya meyakini bahwa politik harus berjalan seiring dengan nilai moral dan spiritual. Tanpa itu, pelayanan kepada masyarakat tidak akan maksimal,” ucapnya.
Ia juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadikan pesantren sebagai pusat pembinaan karakter dan akhlak.
“Pesantren seperti Hidayatul Faizien berperan besar membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, dan cinta persatuan,” tegas Aceng.
Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatul Faizien, Hidayatul Faizie, menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan kepedulian wakil rakyat terhadap kegiatan keagamaan di lingkungan pesantren.
Ia menilai kehadiran tokoh publik dalam kegiatan religius memberikan teladan positif bagi masyarakat.
Kegiatan malam Nisfu Sya’ban tersebut diisi dengan pembacaan doa bersama, dzikir, tausiyah, serta refleksi spiritual menjelang bulan suci Ramadan.
Selain sebagai sarana ibadah, kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi antara ulama, santri, dan pemangku kebijakan daerah.
Aceng Malki berharap momentum Nisfu Sya’ban dapat memperkuat kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga persatuan, meningkatkan kepedulian sosial, serta memperkuat komitmen membangun Jawa Barat yang religius dan harmonis.
Melalui pendekatan spiritual dan kebersamaan, ia optimistis nilai-nilai Islam yang moderat dan rahmatan lil alamin dapat terus tumbuh di tengah masyarakat.***
Penulis : Soni Tarsoni
















