WARTAGARUT.COM – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Garut menebar lebih dari satu kuintal ikan di kawasan Irigasi Cimaragas, Blok Talangseng, Margawati, Garut Kota, Sabtu, 6 Desember 2025.
Kegiatan yang menjadi rangkaian Hari Bakti Pekerjaan Umum ke 80 itu digelar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai peran infrastruktur berkeadilan dalam mendorong kesejahteraan.
Kepala Dinas PUPR Garut, Agus Ismail, ST., MT., mengatakan bahwa tema nasional Hari Bakti PU tahun ini infrastruktur berkeadilan, rakyat sejahtera, Indonesia maju menjadi pengingat bahwa pembangunan fisik harus berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.
“Irigasi bukan hanya menyalurkan air. Ia bisa menjadi sumber ekonomi masyarakat, mulai dari perikanan, wisata, sampai kawasan edukasi. Infrastruktur penting, tapi yang jauh lebih penting adalah bagaimana ia meningkatkan kesejahteraan,” tegas Agis panggilan akrab kepala PUPR Garut.
Ia menambahkan, penebaran ikan dilakukan bukan hanya untuk kegiatan tangkap langsung, tetapi juga untuk menambah populasi ikan di saluran irigasi yang selama ini menjadi bagian dari ekosistem masyarakat.
Menurut Agus Ismail, infrastruktur irigasi merupakan salah satu kebanggaan Kabupaten Garut.
Ia mengungkapkan bahwa Sektor pertanian tidak akan berkembang tanpa dukungan jaringan irigasi yang memadai dan berkelanjutan.
“Irigasi adalah tulang punggung ketahanan pangan. Karena itu, pembangunan harus tetap menjaga kelestarian lingkungan agar tidak menimbulkan degradasi,” jelasnya.
Selain tabur ikan, kata Agis, rangkaian Hari Bakti PU ke 80 telah berlangsung sejak awal Desember.
Ia menerangkan bahwa PUPR Garut melaksanakan perbaikan jalan, penataan kawasan, pemeliharaan jaringan irigasi, hingga persiapan acara puncak pada 19 Desember 2025, yang akan diisi dengan penyerahan penghargaan bagi insan PU yang berprestasi.
Agus Ismail menegaskan pentingnya pendekatan ekosistem dalam setiap pembangunan.
Menurut Ia, Tidak semua daerah harus dipaksakan memiliki jalan besar atau hotmix jika justru dapat merusak bentang alam.
“Ada wilayah yang harus tetap lestari. Jalan pertanian berbatu itu bagian dari menjaga ekosistem. Infrastruktur harus adil, sesuai kebutuhan, dan berwawasan lingkungan,” katanya.
Ia berharap kolaborasi lintas sektor dapat mempercepat terwujudnya pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan untuk Garut.
“Harapan kami, melalui dukungan semua pihak, kita dapat mewujudkan infrastruktur yang berkeadilan, rakyat sejahtera, Indonesia maju, dan Garut yang hebat serta berkelanjutan,” tutupnya.
Penulis : Soni Tarsoni










