Bupati Garut Resmikan Wisata Eling di Momen HPSN Tahun 2023

Selasa, 21 Februari 2023 - 14:56 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaksanaan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tingkat Kabupaten Garut dengan mengusung tema “Tuntas Kelola Sampah untuk Kesejahteraan Masyarakat”, bertempat di Halaman Kantor Dinas Lingkungan Hidup, Jalan Terusan Pahlawan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Selasa (21/2/2023). (Foto: Muhamad Azi Zulhakim/ Deni Seftiana/ Diskominfo Garut)

Pelaksanaan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tingkat Kabupaten Garut dengan mengusung tema “Tuntas Kelola Sampah untuk Kesejahteraan Masyarakat”, bertempat di Halaman Kantor Dinas Lingkungan Hidup, Jalan Terusan Pahlawan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Selasa (21/2/2023). (Foto: Muhamad Azi Zulhakim/ Deni Seftiana/ Diskominfo Garut)

WARTA GARUT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyelenggarakan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tingkat Kabupaten Garut dengan mengusung tema “Tuntas Kelola Sampah untuk Kesejahteraan Masyarakat”, bertempat di halaman Kantor Dinas Lingkungan Hidup, Jalan Terusan Pahlawan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Selasa (21/2/2023).

Dalam kesempatan ini juga, Bupati Garut, Rudy Gunawan meresmikan Wisata Edukasi Lingkungan (Wisata Eling) yang diinisisasi oleh Dinas LH Kabupaten Garut.

Kepala Dinas LH Kabupaten Garut, Jujun Juansyah, dalam kesempatan ini juga dilakukan peluncuran Gerakan Wisata Edukasi Lingkungan (Wisata Eling) yang di dalamnya terdapat Pojok Edukasi Lingkungan, disingkat PUDING.

“Nah ini diharapkan proyek ini menjadikan satu fasilitas bagi semua warga Garut yang ingin belajar untuk bagaimana mengolah sampah dari organik dan anorganik gitu ya, jadi diharapkan nanti goalnya itu adalah masyarakat Garut bisa memilah sampah dan mengolah sampah itu,” ucapnya.

Pihaknya menargetkan, dengan adanya Wisata Eling ini, nantinya akan tercapai _zero waste_ di mana tidak ada lagi sampah yang sulit terurai atau hanya residu yang masuk ke TPA. Maka dari itu, imbuhnya, pihaknya akan berkolaborasi dengan beberapa dinas di Kabupaten Garut agar pengolahan sampah ini ke depannya dapat dipilah di tingkat rumah tangga.

“Ya harapannya kepada masyarakat, coba ya kalau kita dari mulai diri sendiri ya, kita coba dari mulai dengan cara di rumah memilah sampah organik dan organik, saya harapkan kalau kita dari satu orang melakukan upaya pemilihan sampah, apa lagi bisa melakukan pengelolaan sampah tidak hanya memilah, dikali 2,6 juta penduduk Garut Insya Allah Garut menjadi kota intan kembali,” ungkapnya.

Bupati Garut, Rudy Gunawan menyampaikan, bahwa di momen Hari Peduli Sampah Nasional ini Pemkab Garut mengadakan sebuah edukasi terkait lingkungan. Ia juga memaparkan, bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan penguatan anggaran yang digunakan untuk Tempat Pengelolaan Akhir (TPA) sampah di Kabupaten Garut.

Baca Juga :  Dirut PDAM Tirta Intan Garut Ungkap Pesan Sekda Jelang Purna Tugas

“Ketika kita membuat jalan, dan sebagainya kurang lebih 10 miliar (iya) tahun ini, tahun ini kita akan menata TPA karena TPA yang di Leugok Nangka itu kelihatannya tidak jadi,” ucapnya.

Selain penguatan masalah TPA di Kabupaten Garut, pihaknya juga akan memperkuat 4 armada sampah dengan melakukan manajemen sampah yang lebih terkendali dan terkelola dengan baik. Selain itu, dirinya menginginkan agar adanya pemrosesan awal sampah baik di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) maupun di lingkungan rumah tangga.

“Di rumah tangga itu kita mengedukasi bagaimana di rumah tangga bisa melakukan pengelolaan sampah sendiri, tadi dari ITB kan kita kerja sama dengan ITB, dengan (Bakti) Barito ya, yang dari ITB tadi sudah melakukan penelitian, hanya dengan (lahan) 1 meter 1 meter dengan menaruh ember, itu bisa dijadikan pengelolaan sampah nanti berbasis kompos nantinya” lanjutnya.

Rudy juga mengungkapkan, bahwa pihaknya menginginkan adanya edukasi kepada masyarakat yang dimulai dari anak sekolah PAUD terkait pengelolaan sampah. Disisi lain, ia mengungkapkan bahwa situasi sampah di TPS saat ini tidak terkendali.

“Padahal STBM itu ada Sanitaai Total Berbasis Masyarakat itu ada, ada elemennya itu pengolahan sampah rumah tangga dan limbah rumah tangga, jadi dar Dinkes, pemerintah desa ya itu terus melakukan langkah (edukasi STBM), sebenarnya kalau kompak mah kita ya tahu paham dengan STBM aman, (kesadaran) sangat kurang,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini juga, Bupati Garut mengapresiasi salah satu program dari Dinas LH Kabupaten Garut yaitu Pojok Edukasi Lingkungan (PUDING) yang memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah.

Baca Juga :  Menjelang Konfercab GP Ansor Garut, Kaka Hifaz Umar Usung Semangat Ansor Garut Hebat

“Nah Puding ini kan bagus ya, Puding ini saya akan buat juga, saya terinspirasi, bahwa kita mungkin memberikan anggaran ke beberapa kelurahan ya, dan atau memang kalau ada porsi untuk dana kelurahan itu hanya 70 juta itu bisa di tiap kelurahan satu (puding), (iya) jadi direplikasi (dan puding) itu bagus,” tegas Rudy.

Sementara itu, Direktur Yayasan Bakti Barito, Dian A. Purbasari, mengapresiasi adanya HPSN yang melibatkan banyak unsur dari Pemkab Garut, serta hadir untuk membantu terhadap permasalahan sampah, di mana permasalahan sampah itu merupakan tanggung jawab bersama.

“Dan saya pikir Kabupaten Garut ini sangat bagus sekali, dan salah satu _leader_ ya di dalam bagaimana para pemimpin di Kabupaten Garut ini turut peduli dan turut mengupayakan pengelolaan sampah dan pengelolaan lingkungan,” katanya.

Dian menambahkan, pihaknya akan selalu mendampingi masyarakat untuk mengimplementasikan program-program pemerintah, salah satunya terkait pengelolaan sampah organik dan anorganik.

Ia juga menjelaskan, bahwa Bakti Barito sendiri merupakan yayasan yang didirikan oleh para pendiri Barito Pasifik, di mana Bakti Barito sendiri merupakan bagian dari Group Barito Pasifik yang berfokus kepada bidang pendidikan, lingkungan, ekonomi sirkular, dan sosial.

“Ada di Garut ada beberapa (program di bidang lingkungan), kami ada di pendampingan untuk sekolah Adiwiyata bersama dengan Dinas Lingkungan Hidup Garut, dan juga untuk pengelolaan sampah juga dengan Dinas Lingkungan Hidup Garut, kemudian juga pemanfaatan sampah itu sendiri, sampah plastik menjadi jalan campuran aspal, itu kerja sama dengan Dinas PUPR dan juga dengan Chandra Asri (atau) salah satu subsi dari kami, oh satu lagi untuk pendidikan Lingkungan hidup itu dengan Dinas Pendidikan,” tandasnya.

Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemenag Garut Ajak Tokoh Agama Rawat Keberagaman dan Budaya Lokal
PESONA Perikanan, Upaya Dinas Perikanan dan Peternakan Garut dalam Penguatan Nilai Tambah untuk Kesejahteraan Bersama
Peserta PBI PBPU Garut Turun pada 2026, Anggaran JKN Naik
Kemenag Garut Petakan Calon Kepala KUA, Perceraian Jadi Tantangan
Kepala Kemenag Garut Dorong Guru Melek Digital Lewat AKGTK 2026
OMI Jawa Barat 2026 Digelar, Kemenag Garut Bidik Tiket ke Tingkat Nasional
Kondisi Terbaru Dede Sunandar Usai Pingsan Dipukul Vicky Prasetyo
Rocky Gerung Resmi Jadi Anggota Wantimpres, Dilantik Prabowo di Istana

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 05:16 WIB

Kemenag Garut Ajak Tokoh Agama Rawat Keberagaman dan Budaya Lokal

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:35 WIB

PESONA Perikanan, Upaya Dinas Perikanan dan Peternakan Garut dalam Penguatan Nilai Tambah untuk Kesejahteraan Bersama

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:37 WIB

Peserta PBI PBPU Garut Turun pada 2026, Anggaran JKN Naik

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Kemenag Garut Petakan Calon Kepala KUA, Perceraian Jadi Tantangan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Kepala Kemenag Garut Dorong Guru Melek Digital Lewat AKGTK 2026

Berita Terbaru

Ilustrasi masyarakat memeriksa status bantuan sosial melalui portal resmi Cek Bansos Kemensos.

EKONOMI

Cek Bansos BPNT 2026: Link Resmi dan Cara Cek Pakai NIK

Sabtu, 17 Okt 2026 - 17:38 WIB