WARTAGARUT.COM – Sebanyak 160 peserta pelatihan kerja di Kabupaten Garut resmi menyelesaikan pendidikan vokasi berbasis industri dan kewirausahaan di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Garut, Jalan Raya Samarang, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Kamis (16/4/2026).
Penutupan pelatihan yang dilakukan langsung oleh Abdusy Syakur Amin itu menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Garut menekan angka pengangguran dan mencetak tenaga kerja siap pakai.
Program pelatihan tersebut merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Garut dengan Kementerian Ketenagakerjaan RI yang difokuskan pada peningkatan kompetensi teknis dan jiwa kewirausahaan para pencari kerja, khususnya kalangan muda.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, juga meninjau Gelar Karya Vokasi yang menampilkan hasil karya peserta dari berbagai bidang keahlian.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Garut ingin memastikan generasi muda memiliki keterampilan yang memadai agar mampu menciptakan peluang kerja baru maupun terserap di sektor industri.
“Kami ingin memastikan bahwa anak-anak Garut memiliki keterampilan yang memadai sehingga bisa menciptakan kesempatan kerja di masyarakat dan maupun terserap di industri. Ini adalah komitmen kita secara serius untuk meningkatkan lapangan kerja melalui penguatan keterampilan, pengetahuan dan sikap sehingga mereka bisa lebih mudah mencari tempat kerja yang mereka inginkan,” ujar Abdusy Syakur Amin.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Garut, Nia Garnia Karyana, menyampaikan bahwa program pelatihan tahun ini berjalan lancar dan mencakup delapan bidang keahlian yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja.
Menurutnya, ke depan pelatihan akan lebih difokuskan pada bidang yang memiliki peluang kerja tinggi seperti industri upper sepatu, jahit-menjahit, hingga usaha perbaikan ponsel dan pembuatan roti.
Ia menilai sektor-sektor tersebut memiliki potensi besar untuk menyerap tenaga kerja sekaligus mendorong lahirnya pelaku usaha baru di Kabupaten Garut.
Sementara itu, Ketua Pelaksana, Yayan Gunawan, melaporkan bahwa pelatihan diikuti 160 peserta yang terbagi ke dalam 10 paket kejuruan.
Menurutnya, seluruh materi disusun berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), dengan kombinasi teori dan praktik pada bidang barista, service HP, menjahit, desain grafis, pembuatan roti dan kue, pengelasan, hingga service motor.
“Peserta yang dinyatakan lulus pelatihan ini akan diberi sertifikat pelatihan resmi sesuai dengan kejuruan dan kompetensinya,” jelasnya.
Salah seorang peserta kelas desain grafis, Salsa Wilia Rahma, mengaku mendapatkan pengalaman berharga selama mengikuti pelatihan di BLK Garut.
Menurutnya, kedisiplinan peserta menjadi salah satu hal yang paling terasa karena seluruh peserta wajib mengikuti apel pagi hingga olahraga bersama sebelum pembelajaran dimulai.
“Lingkungan di BLK sangat disiplin, mulai dari apel pagi hingga olahraga. Instrukturnya sangat detail dalam menjelaskan materi sehingga mudah dipahami. Fasilitas di sini juga sangat memadai,” ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Garut berharap lulusan BLK mampu menjadi pionir dalam pemanfaatan teknologi di wilayah masing-masing sekaligus menggerakkan roda ekonomi daerah melalui keterampilan yang telah mereka kuasai,” pungkasnya.***
Penulis : Soni Tarsoni

















