WARTAGARUT.COM – Peresmian 85 unit rumah layak huni (RLH) bantuan PT Astra International Tbk di Kabupaten Garut menjadi sorotan, Kamis (28/5/2026).
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menegaskan masih ada sekitar 22 ribu rumah tidak layak huni (RTLH) yang menjadi pekerjaan besar pemerintah daerah, khususnya di wilayah selatan seperti Pakenjeng.
Kegiatan serah terima RLH sekaligus peresmian Ecobiz Desa Sejahtera Astra (DSA) digelar di Kampung Halimun, Desa Jayamekar, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut.
Program ini menjadi bagian dari kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor swasta dalam mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem.
22 Ribu RTLH dan 35% Warga Desil 1 Jadi Tantangan
Bupati Garut memaparkan kondisi demografis wilayahnya dengan jumlah penduduk sekitar 2,8 juta jiwa yang tersebar di 42 kecamatan dan 442 desa.
Namun, tantangan sosial masih cukup besar.
Ia mengungkapkan sekitar 35 persen penduduk masuk kategori desil 1 atau kelompok ekonomi terbawah.
Kondisi ini berdampak langsung pada tingginya angka kemiskinan ekstrem dan kebutuhan rumah layak huni.
“Masalah ekonomi di Kecamatan Pakenjeng adalah masalah yang berat,” ujar Syakur.
Astra Bangun 85 Rumah di Garut, Total 250 Unit Nasional
Melalui program Desa Sejahtera Astra (DSA), Astra membangun total 250 unit rumah layak huni di Indonesia.
Dari jumlah tersebut, 85 unit berada di Garut dan tersebar di empat desa, yakni Jayamekar, Telagawangi, Margamulya, dan Cikandang.
Perwakilan Astra menyebut, program ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup petani binaan, sekaligus mendorong lahirnya kawasan ekonomi baru berbasis Ecobiz DSA.
Rumah yang dibangun tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai ruang tumbuhnya harapan, keamanan, dan kesejahteraan keluarga penerima manfaat.
Pemerintah Buka Kolaborasi Lebih Luas
Bupati Garut mengapresiasi kontribusi Astra dan membuka peluang kerja sama lebih luas untuk pembangunan rumah layak huni di wilayah lain.
“Ke depan, pintu kami sangat terbuka untuk pembangunan rumah layak huni di kecamatan lainnya,” tegasnya.
Dukungan juga datang dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI yang siap memfasilitasi keberlanjutan program melalui regulasi dan koordinasi teknis.
Dampak Nyata bagi Masyarakat
Bagi warga penerima manfaat, program ini membawa perubahan signifikan. Salah satunya Ernawati, petani di Garut Selatan, yang kini memiliki rumah layak huni.
“Kami sangat berterima kasih kepada Astra yang telah membangun rumah layak huni ini,” ujarnya.
Program ini dinilai tidak hanya mengurangi angka RTLH, tetapi juga berpotensi menggerakkan ekonomi lokal melalui konsep Ecobiz berbasis desa.***
Penulis : Soni Tarsoni

















