WARTAGARUT.COM – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Garut memastikan stok hewan kurban dalam kondisi aman sekaligus memperketat pengawasan kesehatan ternak demi menjamin keamanan masyarakat saat pelaksanaan kurban berlangsung.
Kepastian tersebut disampaikan Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut, Dyah Savitri, dalam Live Talkshow FOKUS (Forum Komunikasi dan Solusi) Vol. 76 bertema “Kesiapan Menghadapi Iduladha” di Studio UPT Penyiaran Diskominfo Garut, Jalan Patriot, Kecamatan Tarogong Kidul, Kamis (26/5/2026).
Diskannak Garut menyiapkan langkah pengawasan secara menyeluruh dengan menerjunkan sekitar 100 petugas pemeriksa hewan kurban ke berbagai wilayah di Kabupaten Garut.
Tim tersebut akan melakukan pemeriksaan antemortem sebelum penyembelihan dan postmortem setelah penyembelihan guna memastikan kesehatan hewan dan kualitas daging yang dikonsumsi masyarakat.
Menurut Dyah Savitri, langkah tersebut menjadi bagian dari mitigasi pemerintah daerah agar pelaksanaan ibadah kurban berlangsung aman, tertib, dan sesuai standar kesehatan hewan.
“Kami melibatkan banyak unsur agar pengawasan berjalan maksimal, mulai dari organisasi profesi, KUA di tiap kecamatan, hingga unsur kewilayahan supaya proses pelaksanaan kurban bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.
Selain pengawasan kesehatan, Diskannak juga memastikan ketersediaan hewan kurban di Garut mencukupi kebutuhan masyarakat selama Iduladha 2026.
Berdasarkan data yang dipaparkan, stok hewan ruminansia besar seperti sapi dan kerbau mencapai sekitar 10 ribu ekor.
Sementara untuk hewan ruminansia kecil seperti kambing dan domba tersedia sekitar 19 ribu ekor.
Jumlah tersebut diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan pemotongan hewan kurban tahun ini karena angkanya relatif sebanding dengan realisasi pemotongan pada Iduladha tahun sebelumnya.
“Tahun lalu pemotongan hewan besar berada di kisaran 8 ribuan ekor, sedangkan domba dan kambing sekitar 19 ribu ekor. Prediksi tahun ini kemungkinan tidak jauh berbeda,” kata Dyah.
Diskannak juga mengingatkan masyarakat agar proses penyembelihan hewan kurban dilakukan secara ihsan atau sesuai syariat Islam sekaligus memenuhi standar higiene dan sanitasi pangan.
Hal itu penting untuk menghasilkan produk daging yang memenuhi prinsip HAUS, yakni Halal, Aman, Utuh, dan Sehat.
Tidak hanya fokus pada kualitas daging, pemerintah daerah turut memberi perhatian serius terhadap pengelolaan limbah kurban yang kerap menjadi persoalan lingkungan saat Iduladha.
Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) diminta menyediakan lokasi khusus pembuangan limbah isi perut hewan agar tidak dibuang sembarangan ke saluran air maupun sungai.
Dyah menegaskan, pengelolaan limbah yang tidak tepat berpotensi memicu pencemaran lingkungan, terlebih saat Kabupaten Garut mulai memasuki awal musim kemarau yang membuat debit air semakin terbatas.
“Kami mengimbau setiap DKM memiliki tempat khusus untuk pembuangan limbah isi perut hewan. Penggunaan air juga harus secukupnya karena kita mulai memasuki musim kemarau,” ungkapnya.
Sebagai upaya edukasi kepada masyarakat, Diskannak Garut juga menyediakan berbagai informasi mengenai ciri ternak sehat, tata cara penyembelihan yang benar, hingga edukasi kesehatan hewan melalui kanal media sosial resmi Instagram Diskannak Garut.
Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya memilih hewan kurban sehat sekaligus menjaga kebersihan lingkungan selama momentum Iduladha berlangsung.***
Penulis : Soni Tarsoni


















Komentar