WARTAGARUT.COM – Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Provinsi Jawa Barat Tahun 2025 menghadirkan harapan baru bagi penguatan layanan pendidikan inklusif di Kabupaten Garut.
Melalui program ini, SLB Al Mashduqi Garut menjadi salah satu dari tiga Sekolah Luar Biasa yang terpilih menerima bantuan sarana dan prasarana pendidikan, sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran bagi santri murid berkebutuhan khusus.
Bantuan tersebut diterima secara resmi oleh Kepala Sekolah SLB Al Mashduqi Garut, Dikeu Meilita Hapsari, S.Pd., sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pendidikan yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Dari total 35 SLB yang ada di Kabupaten Garut, hanya tiga sekolah yang dinilai memenuhi kriteria penerima DAK Fisik tahun ini.
Bantuan DAK Fisik 2025 yang diterima SLB Al Mashduqi difokuskan pada penguatan pembelajaran keterampilan vokasional.
Sekolah memperoleh sejumlah alat penunjang, seperti kulkas, food processor, dan mesin jahit, yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran keterampilan hidup.
Perangkat tersebut dirancang untuk melatih kemandirian santri murid, membiasakan aktivitas keseharian, serta membekali mereka dengan keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan.
Selain peralatan vokasional, SLB Al Mashduqi juga menerima alat bantu pembelajaran berupa speaker, printer, dan pen tablet.
Sekolah turut memperoleh perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), antara lain laptop, proyektor, dan router, yang mendukung proses pembelajaran lebih interaktif dan adaptif sesuai kebutuhan santri murid berkebutuhan khusus.
Kepala SLB Al Mashduqi Garut, Dikeu Meilita Hapsari, menyampaikan bahwa bantuan ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan di sekolahnya.
“Bantuan DAK Fisik ini sangat membantu kami dalam memperkuat proses pembelajaran. Alat-alat yang diterima tidak hanya mendukung keterampilan vokasional, tetapi juga mempermudah guru menyampaikan materi secara lebih sesuai dengan karakteristik santri,” ujarnya.
Bantuan yang disalurkan pada November 2025 melalui DAK Fisik Provinsi Jawa Barat ini diharapkan membuka lebih banyak kesempatan belajar yang bermakna.
Tidak hanya mendorong pemanfaatan teknologi dan penguatan keterampilan, tetapi juga menanamkan sikap tanggung jawab, kemandirian, serta kebiasaan belajar yang positif.
Melalui optimalisasi bantuan tersebut, SLB Al Mashduqi Garut terus berupaya membentuk profil santri murid yang mandiri, terampil, dan berakhlakul karimah.
Pendidikan tidak semata diarahkan pada capaian akademik dan vokasional, tetapi juga penanaman nilai-nilai kebaikan sebagai bekal menjalani kehidupan dan masa depan.***
Penulis : Soni Tarsoni








