Distan Garut Optimalkan Lahan Demi Swasembada Pangan

Jumat, 31 Oktober 2025 - 18:35 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Distan Garut Optimalkan Lahan Demi Swasembada Pangan

Distan Garut Optimalkan Lahan Demi Swasembada Pangan

WARTAGARUT.COM – Dalam upaya mendukung program swasembada pangan nasional, Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Garut terus berinovasi melalui berbagai program peningkatan produksi pertanian.

Salah satunya adalah Pengarahan Teknis Kegiatan Optimasi Lahan Kluster 4 Tahun Anggaran 2025, yang digelar di Aula Distan Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Jumat (31/10/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh 35 kelompok tani dari 16 kecamatan, sebagai bentuk komitmen Pemkab Garut dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendorong kesejahteraan petani.

Kepala Dinas Pertanian Garut, Haeruman, menyampaikan apresiasi terhadap kerja keras para petani dan penyuluh lapangan yang menjadi garda terdepan dalam mewujudkan ketahanan pangan di daerah.

“Syukur Alhamdulillah, dengan kerja keras para petani dan penyuluh yang bahu-membahu di lapangan tanpa mengenal lelah, alhamdulillah di Garut ini ada peningkatan produksi sekitar 14%,” ujar Haeruman.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan peningkatan produksi tak lepas dari sinergi berbagai pihak, termasuk TNI dan Kejaksaan.

Baca Juga :  Dua Rumah Terbakar di Wanaraja, Yudha Dorong Pemkab Garut Kolaborasikan CSR dan BAZNAS

Menurutnya, TNI melalui Babinsa dan Danramil turut mengawal pelaksanaan kegiatan di lapangan sebagai bagian dari pendampingan swasembada pangan.

Sementara Kejaksaan berperan melakukan pengawasan dan pendampingan berdasarkan MoU di tingkat pusat, agar kegiatan berjalan transparan dan akuntabel.

“Kejaksaan juga rutin turun langsung mengecek satu per satu. Ini bagian dari pengawalan agar kegiatan swasembada pangan berjalan lancar dan hasilnya bisa dinikmati masyarakat,” tambah Haeruman.

Ia juga menyoroti pentingnya memperkuat kelembagaan kelompok tani agar program bisa berjalan berkelanjutan.

Melalui optimasi lahan, Distan menargetkan Indeks Pertanaman (IP) sawah meningkat dari satu kali tanam menjadi minimal dua kali per tahun.

Haeruman menegaskan, seluruh anggaran berasal dari pemerintah pusat dan langsung masuk ke rekening kelompok tani, sehingga transparansi dan kehati-hatian dalam pengelolaan dana menjadi keharusan.

“Garut ini penerima manfaat. Dana langsung ke rekening kelompok tani. Gunakan sesuai peruntukan untuk kesejahteraan anggota,” pesannya.

Baca Juga :  Sekretaris Dirjen Pesantren Kementerian Agama RI Lepas Keberangkatan Santri Murid Al Mashduqi IIBS Garut Ke Universitas Al-Azhar Cairo, Mesir Bersama PAAM Jabar

Sebagai kabar baik bagi petani, ia juga menyampaikan adanya penurunan harga pupuk bersubsidi:

  • Pupuk Urea: dari Rp2.200/kg menjadi Rp1.800/kg

  • Pupuk NPK Phonska: dari Rp2.300/kg menjadi Rp1.830/kg

“Berbagai upaya terus dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan petani,” tutup Haeruman.

Sementara itu, Komandan Kodim 0611/Garut, Letkol Inf Andrik Fachrizal, mengingatkan pentingnya pertanggungjawaban moral dan administratif dalam pelaksanaan kegiatan.

“Kita punya waktu dua bulan. Kalau kita mau bekerja dan berusaha, saya yakin bisa. Jangan sampai produksi turun, karena itu akan jadi pertanyaan besar,” tegasnya.

Andrik berharap produksi gabah kering Garut yang telah meningkat 14% atau sekitar 8 ribu ton hingga September dapat terus naik di tahun berikutnya.

Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber dari Kodim 0611/Garut, Kejaksaan Negeri Garut, dan Polres Garut, sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor dalam mendukung kedaulatan pangan daerah.***

Penulis : Soni Tarsoni

Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sertifikat Tahfidz Kemenag Harus Lewati Ujian Resmi, Ini Penjelasannya
Kemenag Garut Ajak Tokoh Agama Rawat Keberagaman dan Budaya Lokal
PESONA Perikanan, Upaya Dinas Perikanan dan Peternakan Garut dalam Penguatan Nilai Tambah untuk Kesejahteraan Bersama
Peserta PBI PBPU Garut Turun pada 2026, Anggaran JKN Naik
Kemenag Garut Petakan Calon Kepala KUA, Perceraian Jadi Tantangan
Kepala Kemenag Garut Dorong Guru Melek Digital Lewat AKGTK 2026
OMI Jawa Barat 2026 Digelar, Kemenag Garut Bidik Tiket ke Tingkat Nasional
Kondisi Terbaru Dede Sunandar Usai Pingsan Dipukul Vicky Prasetyo

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 05:16 WIB

Kemenag Garut Ajak Tokoh Agama Rawat Keberagaman dan Budaya Lokal

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:35 WIB

PESONA Perikanan, Upaya Dinas Perikanan dan Peternakan Garut dalam Penguatan Nilai Tambah untuk Kesejahteraan Bersama

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:37 WIB

Peserta PBI PBPU Garut Turun pada 2026, Anggaran JKN Naik

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Kemenag Garut Petakan Calon Kepala KUA, Perceraian Jadi Tantangan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Kepala Kemenag Garut Dorong Guru Melek Digital Lewat AKGTK 2026

Berita Terbaru

UCAPAN DAN TWIBBON

Ucapan Hari Santri 2026

Rabu, 21 Okt 2026 - 18:29 WIB