WARTAGARUT.COM – Laga Kroasia vs Belgia di Rijeka berakhir dengan kemenangan 2-0 untuk Belgia, diwarnai gol bersejarah Romelu Lukaku yang mencetak gol internasional ke-90 sekaligus memastikan dominasi tim tamu dalam persiapan menuju Piala Dunia 2026.
Bermain di Stadion Rujevica, Belgia tampil lebih solid sejak awal dan mampu mengontrol permainan, sementara Kroasia kesulitan menembus organisasi pertahanan lawan.
Gol Tielemans Buka Keunggulan Belgia
Belgia mulai menunjukkan tekanan konsisten di babak pertama. Hasilnya datang pada menit ke-38 lewat gelandang Youri Tielemans.
Gol tersebut bermula dari umpan silang Jeremy Doku yang sempat terdefleksi setelah mengenai Josip Sutalo dan Maxim De Cuyper. Bola liar kemudian dimanfaatkan Tielemans dengan penyelesaian tenang untuk membawa Belgia unggul 1-0.
Lukaku Tutup Laga dengan Rekor Bersejarah
Momen paling ditunggu terjadi di penghujung laga. Masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-73, Lukaku langsung memberi dampak instan.
Pada menit ke-96, ia menerima umpan terobosan dari Hans Vanaken sebelum melepaskan tembakan keras yang gagal dihentikan Dominik Kotarski., skor berubah jadi 2-0
Gol tersebut bukan sekadar penutup kemenangan, tetapi juga menjadi gol internasional ke-90 bagi Lukaku—tonggak penting dalam kariernya bersama Belgia.
Rudi Garcia: Lukaku Memang Terlahir untuk Mencetak Gol
Pelatih Belgia Rudi Garcia menilai performa Lukaku sangat memuaskan, terutama dalam memberikan tekanan sejak masuk ke lapangan.
“Lukaku memang terlahir untuk mencetak gol. Dia langsung menekan lawan dan memberikan kontribusi penting,” ujar Garcia.
Ia juga menegaskan bahwa ekspektasi tinggi terhadap pemain top adalah hal wajar, namun kontribusi Lukaku dalam laga ini dinilai sangat positif.
Disiplin Taktis Jadi Kunci Kemenangan
Garcia turut memuji kerja sama tim Belgia yang tampil disiplin sepanjang pertandingan. Struktur permainan yang rapi membuat Kroasia, yang masih diperkuat Luka Modric, kesulitan menciptakan peluang bersih.
Belgia bahkan mampu menjaga clean sheet meski sempat mendapat tekanan, dengan satu peluang Kroasia hanya membentur mistar gawang.***
Penulis : Soni Tarsoni

















