Garut Jadi Contoh Nasional, Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi 156 Sekolah

Kamis, 8 Januari 2026 - 19:23 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Garut Jadi Contoh Nasional, Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi 156 Sekolah

Garut Jadi Contoh Nasional, Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi 156 Sekolah

WARTAGARUT.COM – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. meresmikan revitalisasi satuan pendidikan lingkungan Perguruan Muhammadiyah Garut Kota Tahun 2025 di Lapangan SD Muhammadiyah 4 Garut, Kamis (8/1/2026).

Program ini merupakan bagian dari komitmen nasional membangun generasi unggul melalui pendidikan bermutu untuk semua, sejalan dengan Asta Cita keempat Presiden RI.

Peresmian tersebut menandai tuntasnya revitalisasi 156 satuan pendidikan di Kabupaten Garut dengan total anggaran Rp133,94 miliar. Revitalisasi mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga pendidikan nonformal.

“Komitmen Bapak Presiden dalam membangun generasi Indonesia yang unggul melalui Asta Cita keempat kami terjemahkan dalam program pendidikan bermutu untuk semua,” ujar Abdul Mu’ti dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, secara nasional pemerintah telah merevitalisasi 16.171 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Hingga awal Januari 2026, progres penyelesaian telah mencapai 95 persen dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada akhir Januari.

Khusus di Kabupaten Garut, revitalisasi meliputi 31 PAUD, 52 SD, 31 SMP, 15 SMA, 20 SMK, lima SLB, serta dua Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Seluruh program dilaksanakan dengan skema swakelola sesuai arahan Presiden RI.

Baca Juga :  Instruksi Baru Bupati Garut Ini Bisa Mengubah Kondisi Jalan Kabupaten

“Pelaksanaan secara swakelola ini terbukti memberikan dampak positif. Penyelesaiannya lebih cepat, hasil pekerjaannya bagus, dan menyerap tenaga kerja lokal karena memanfaatkan sumber daya manusia di satuan pendidikan masing-masing,” kata Abdul Mu’ti.

Ia menambahkan, Presiden RI telah berkomitmen untuk memperluas program revitalisasi pada 2026. Pemerintah menargetkan tambahan 60.000 satuan pendidikan yang akan direvitalisasi, baik negeri maupun swasta, dengan total sasaran hingga sekitar 71.000 sekolah secara nasional apabila dukungan APBN terpenuhi.

Menurut Abdul Mu’ti, pembangunan pendidikan tidak berhenti pada perbaikan fisik gedung sekolah. Pemerintah juga fokus pada peningkatan kualitas guru dan transformasi pembelajaran.

“Tidak hanya gedungnya yang kita bangun. Guru-gurunya juga harus kita perbaiki. Pak Presiden telah meningkatkan kesejahteraan guru non-ASN dengan tunjangan Rp2 juta per bulan, sementara guru ASN mendapat tunjangan setara gaji pokok. Untuk guru honorer, kami berikan insentif yang terus meningkat,” ujarnya.

Ia menyebutkan, pada 2025 insentif guru honorer diberikan kepada 300 ribu orang, dan pada 2026 akan ditingkatkan menjadi 400 ribu penerima.

Selain itu, seluruh guru didorong mengikuti berbagai pelatihan, mulai dari pembelajaran mendalam, penguatan karakter, hingga pelatihan coding dan kecerdasan buatan (AI).

Baca Juga :  Polres Garut Ringkus Pelaku Penganiayaan Petugas KAI di Leuwigoong

“Kami juga menetapkan satu hari belajar guru agar para pendidik memiliki waktu khusus untuk meningkatkan kompetensi tanpa harus terkendala perizinan,” kata dia.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mu’ti juga memaparkan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi guru yang belum berpendidikan D4 atau S1. Pada 2025, program ini telah diikuti 12.500 guru dengan beasiswa Rp3 juta per semester dan masa studi satu tahun.

“Untuk 2026, kami alokasikan RPL bagi 150.000 guru. Kesempatan masih terbuka. Pengalaman mengajar diakui sebagai SKS, sehingga peningkatan kualifikasi bisa lebih cepat,” ujarnya.

Ia menegaskan, seluruh kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun sumber daya manusia unggul demi menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang maju, hebat, dan bermartabat.

Menutup sambutannya, Abdul Mu’ti mengapresiasi inisiatif Pemerintah Kabupaten Garut dalam membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman, serta mendorong berbagai kompetisi pendidikan yang mendukung literasi dan numerasi.

“Sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat dan minatnya. Ini akan kami dorong menjadi gerakan nasional,”pungkasnya.***

Penulis : Soni Tarsoni

Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemenag Garut Dukung Penuh Seleksi Pimpinan BAZNAS, Ini Kompetensi yang Dicari
Instruksi Baru Bupati Garut Ini Bisa Mengubah Kondisi Jalan Kabupaten
Klinik Utama Rotinsulu Garut Diproyeksikan Naik Status, Ini Dukungan Pemkab
Seleksi Pimpinan BAZNAS Garut 2026 Dibuka, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi  
252.520 Warga Miskin, Bupati Garut Siapkan Solusi Khusus, Efektifkah?
PAD Garut Masih Bergantung Transfer, Apa Jalan Keluarnya?
Garut Raih Juara Umum II Pentas PAI Jawa Barat, Dua Gelar MTQ Jadi Penentu
Era AI Butuh Ahli Teknologi Pendidikan, IPI Garut Buka PMB S-2

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:50 WIB

Kemenag Garut Dukung Penuh Seleksi Pimpinan BAZNAS, Ini Kompetensi yang Dicari

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:58 WIB

Instruksi Baru Bupati Garut Ini Bisa Mengubah Kondisi Jalan Kabupaten

Rabu, 22 Juli 2026 - 06:48 WIB

Klinik Utama Rotinsulu Garut Diproyeksikan Naik Status, Ini Dukungan Pemkab

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:27 WIB

Seleksi Pimpinan BAZNAS Garut 2026 Dibuka, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi  

Selasa, 21 Juli 2026 - 06:30 WIB

PAD Garut Masih Bergantung Transfer, Apa Jalan Keluarnya?

Berita Terbaru

Selebrasi Timnas Spanyol setelah menjuarai Piala Dunia 2026 yang mengantarkan La Furia Roja ke puncak ranking FIFA.

EVENT OLAHRAGA

Ranking FIFA Terbaru Resmi Rilis, Ada Perubahan Besar di Puncak

Rabu, 22 Jul 2026 - 08:54 WIB