WARTAGARUT.COM – Sebanyak 49 santri murid Al Mashduqi IIBS Garut kini tengah menjalani perjalanan akademik lintas negara menuju Singapura dan Malaysia.
Program bertajuk South East Asian Academic Excursion 2026 yang berlangsung pada 5 hingga 11 April 2026 ini, bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan langkah strategis sekolah dalam membekali santri murid dengan wawasan global dan kemahiran bahasa internasional.
Dalam perjalanan ini, bahasa Inggris bertransformasi menjadi alat bertahan hidup (survival tool), bagi para santri murid.
Mereka diharuskan mandiri, mulai dari menavigasi transportasi publik yang modern, mempresentasikan gagasan, hingga berdiskusi dengan rekan sebaya dari berbagai negara dalam ekosistem internasional.
Wakil Direktur I Al Mashduqi Islamic School Garut, KH. Muhammad Ikmal Al Hudawi, Lc., M.Pd., M.CE. menekankan bahwa pendidikan di era modern saat ini harus mampu menembus batas dinding kelas.
Melalui program ini, para santri murid belajar langsung dengan mengunjungi institusi ternama, sekaligus mengikuti pembelajaran di kelas bersama para pelajar dari berbagai negara, seperti di kampus International Islamic School of Malaysia (IISM), Idrissi School, Spectrum, hingga beberapa tempat publik lainnya.
“Kami terus mendorong agar anak-anak tidak hanya mengenal lingkungan di Indonesia, tetapi memiliki wawasan global,” ungkapnya saat diwawancarai di sela kegiatan.
Eksplorasi ini pun menjadi laboratorium hidup bagi santri murid, untuk mengamati langsung bagaimana tata kelola kota yang bersih serta sistem sosial yang tertib dijalankan secara konsisten. Pengalaman berharga ini diharapkan membentuk karakter disiplin yang akan dibawa pulang ke tanah air.
Melalui program ini, Al Mashduqi IIBS Garut kembali menegaskan posisinya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya kuat secara nilai spiritual, tetapi juga kompetitif secara global. Dengan paspor di tangan dan tekad Langkah yang kuat, para santri murid siap membuktikan bahwa dari Garut, mereka mampu mewarnai dunia. (rkn)***

















