WARTAGARUT.COM – Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut mewisuda 810 lulusan sarjana dan pascasarjana dalam Sidang Terbuka Senat Wisuda VIII yang digelar di Ballroom Hotel Santika, Jalan Cipanas, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Rabu (17/12/2025).
Pada momentum ini, Rektor IPI Garut Prof. Dr. H. Nizar Alam Hamdani, M.M., M.T., M.Si., M.Kom. menegaskan peran strategis guru abad ke-21 dalam membentuk generasi unggul, berkarakter, dan berdaya saing global.
Dari total wisudawan, sebanyak 52 lulusan program magister dan 757 lulusan program sarjana dikukuhkan.
Prosesi wisuda dibagi dalam dua sesi, yakni sesi pertama dengan 473 wisudawan dan sesi kedua 337 wisudawan.
“Atas nama sivitas akademika IPI Garut, kami menyampaikan ucapan selamat kepada para wisudawan dan keluarga. Keberhasilan ini adalah buah dari kesungguhan mahasiswa serta dukungan moril dan material keluarga,” ujar Prof. Nizar dalam sambutannya.
Prof. Nizar menekankan bahwa tantangan pendidikan abad ke-21 menuntut pendidik tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kompetensi menyeluruh, mulai dari pengetahuan, keterampilan, hingga karakter.
“Guru adalah profesi mulia. Tugasnya bukan sekadar menyampaikan materi, tetapi membimbing, menginspirasi, dan menjadi teladan. Setiap langkah pendidik harus mencerminkan nilai-nilai yang diajarkan,” tegasnya.
Ia juga mendorong para lulusan agar berani mengambil inisiatif, mengembangkan potensi terbaik, dan hadir sebagai solusi di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor IPI Garut mengumumkan capaian strategis kampus, salah satunya akreditasi institusi “Unggul” berdasarkan SK BAN-PT Nomor 3073 tertanggal 12 Desember 2025.
Status ini menempatkan IPI Garut sejajar dengan perguruan tinggi negeri dan swasta unggulan di Indonesia.
“Sebagai lulusan IPI Garut, saudara patut bangga. Kampus kita telah terakreditasi unggul dan memiliki 8 program studi berakreditasi unggul dari total 14 program studi,” katanya.
IPI Garut juga tengah menunggu hasil akreditasi dari LAMDIK untuk Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan Magister Teknologi Pendidikan, yang ditargetkan menambah jumlah prodi unggul menjadi 10 pada akhir tahun.
Tak hanya itu, IPI Garut menerima berbagai penghargaan nasional dan internasional, di antaranya:
Peringkat 1 Nasional LPTK Penyelenggara PPG Terbaik dari Kemendikbudristek Dirjen GTK.
UI GreenMetric Ranking 2025, peringkat 989 dunia sebagai kampus berwawasan lingkungan.
Sertifikasi ISO 9001:2015 dan ISO 21001:2018 (manajemen sistem pendidikan).
Akreditasi A Perpustakaan dari Perpustakaan Nasional.
Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan berturut-turut sejak 2017–2023.
Klasterisasi Penelitian naik ke Utama tahun 2025.
Penghargaan dari Kominfo RI, BNN RI, serta berbagai apresiasi dari L2Dikti Wilayah IV tahun 2025.
“Capaian ini memperkuat eksistensi IPI Garut sebagai perguruan tinggi bermutu dan berdaya saing, sejalan dengan visi menjadi kampus unggul di Asia Tenggara pada 2043,” ujar Prof. Nizar.
Menutup pidatonya, Rektor IPI Garut mengingatkan bahwa wisuda bukanlah akhir perjalanan belajar, melainkan gerbang awal pengabdian.
“Ilmu akan bernilai ketika dihidupkan dengan integritas dan keberanian memberi manfaat. Kecerdasan membangun karier, tetapi kebijaksanaan membangun peradaban,” tuturnya.
Ia mengajak lulusan untuk membawa nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian sosial di mana pun berada, serta menjadikan ilmu sebagai solusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
“Insan terdidik bukan hanya yang paling cerdas, tetapi yang paling berdampak dan diridhai Allah SWT,” pungkasnya.
Penulis : Soni Tarsoni










