WARTAGARUT.COM — Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) bekerja sama dengan Kementerian Agama Kabupaten Garut menggelar kegiatan Penguatan Moderasi Beragama untuk Masyarakat Garut, di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Garut, Rabu (5/11/2025).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah dalam memperkuat pemahaman masyarakat tentang pentingnya moderasi beragama sebagai pondasi kehidupan berbangsa dan bernegara yang rukun dan harmonis.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Garut, Dr. H. Saepulloh, S.Ag., M.Pd.I., menegaskan bahwa moderasi beragama bukan berarti melemahkan ajaran agama, melainkan menempatkan nilai-nilai keagamaan pada posisi yang adil, proporsional, dan sesuai dengan ajaran yang benar.
“Moderasi beragama itu bukan berarti mencampuradukkan ajaran agama, tetapi bagaimana kita bisa berada di tengah. Tidak ekstrem ke kanan, tidak pula ke kiri. Kita beragama dengan cara yang damai dan menghargai perbedaan,” tegas Dr. Saepulloh.
Ia menambahkan bahwa nilai-nilai moderasi beragama harus ditanamkan tidak hanya di lembaga pendidikan, tetapi juga di lingkungan masyarakat, majelis taklim, dan organisasi keagamaan.
“Kegiatan seperti ini penting agar masyarakat memahami bahwa moderasi beragama adalah bagian dari pengamalan ajaran agama yang rahmatan lil ‘alamin,” ujarnya.
Menurut Dr. Saepulloh, moderasi beragama menjadi penjaga keseimbangan kehidupan beragama di tengah keberagaman Indonesia.
Ia mengingatkan bahwa sikap ekstrem, baik dalam bentuk intoleransi maupun fanatisme berlebihan, dapat memecah belah persatuan bangsa.
“Moderasi beragama menjadi fondasi kuat bagi Indonesia yang majemuk. Dari Garut, kita ingin menjadi contoh bagaimana nilai agama bisa hadir dengan wajah yang menyejukkan dan menyatukan,” jelasnya.
Kegiatan ini diikuti oleh para tokoh agama, pimpinan pondok pesantren, pengurus ormas keagamaan, serta perwakilan masyarakat dari berbagai kecamatan di Garut.
Para peserta diajak berdialog tentang nilai-nilai toleransi, penghormatan terhadap perbedaan, dan pentingnya menolak narasi kebencian atas nama agama.
Kemenag Garut terus mendorong program penguatan Moderasi Beragama melalui kegiatan pelatihan, pembinaan, dan pendampingan masyarakat. Upaya ini sejalan dengan visi Kemenag RI untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang religius, moderat, dan berintegritas.
“Kami ingin masyarakat Garut tidak hanya memahami ajaran agama secara tekstual, tetapi juga kontekstual. Agama harus menjadi sumber inspirasi bagi perdamaian dan kemajuan, bukan perpecahan,” tutur Dr. Saepulloh.***
Penulis : Soni Tarsoni












