WARTAGARUT.COM — Program pemberlakuan jam malam bagi pelajar yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendapatkan sambutan hangat dari Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Garut.
Kepala Kantor Kemenag Garut, Dr. H. Saepulloh, S.Ag., M.Pd.I., menyatakan dukungan penuhnya terhadap inisiatif ini sebagai langkah strategis membentuk karakter generasi muda yang religius dan disiplin.
“Ini menjadi kebanggaan dan kebahagiaan bagi kita semua. Anak-anak jam 9 malam harus sudah berada di rumah, istirahat, lalu bangun malam untuk salat tahajud dan hajat mendoakan kesuksesan mereka. Terima kasih Pak Gubernur, Pak KDM, dan Pak Kakanwil atas dukungannya,” ujar H. Saepulloh dalam acara penyembelihan hewan kurban di Kantor Kemenag Garut, Pada Senin, 9 Juni 2025.
Ia menambahkan, program tersebut sejalan dengan nilai-nilai pendidikan yang diterapkan di lingkungan madrasah dan pesantren, terutama di bawah binaan Kemenag.
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad), Dr. H. Surya Mulyana, M.Pd., menambahkan bahwa jam malam bagi pelajar sebenarnya telah menjadi bagian dari kultur pendidikan pesantren.
“Di lingkungan Kemenag, terutama di pesantren, kebiasaan anak-anak memang sudah demikian. Selepas Isya mereka mengaji hingga malam. Tidak ada waktu untuk bermain-main karena aktivitas keagamaan berlangsung sampai jam 10 atau 11 malam,” jelas Surya.
Menurutnya, kebijakan gubernur ini justru memperkuat kultur pendidikan yang sudah ada. Sebagian besar siswa madrasah pun telah terbiasa bangun dini hari untuk salat tahajud dan mengaji, sehingga pembiasaan jam malam akan semakin mudah diterapkan.
Kemenag Garut juga telah melakukan sosialisasi aktif melalui kepala madrasah, guna memastikan instruksi ini dijalankan secara konsisten dan menyeluruh.***
Penulis : Soni Tarsoni

















