Kemenag RI Gandeng YGSI Uji Publik Modul Kesehatan Reproduksi Islam di Garut, Siap Cetak Generasi Emas 2045

Rabu, 23 April 2025 - 17:37 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kemenag RI Gandeng YGSI Uji Publik Modul Kesehatan Reproduksi Islam di Garut, Siap Cetak Generasi Emas 2045

Kemenag RI Gandeng YGSI Uji Publik Modul Kesehatan Reproduksi Islam di Garut, Siap Cetak Generasi Emas 2045

WARTAGARUT.COM — Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam bekerja sama dengan Yayasan Gemilang Sehat Indonesia (YGSI) menggelar uji publik terhadap Modul Pendidikan Kesehatan Reproduksi (PKR) berperspektif Islam.

Kegiatan berlangsung di Hotel Santika, Kabupaten Garut, pada Rabu, 23 April 2025, bertepatan dengan upaya mendukung pembentukan karakter generasi muda yang sehat secara jasmani dan rohani menuju Indonesia Emas 2045.

Sekretaris Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI, Prof. Dr. M. Arskal Salim, GP., M.Ag., menuturkan bahwa Program ini merupakan implementasi konkret dari Permenag No. 73 Tahun 2022 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di lingkungan pendidikan.

Ia mengungkapkan bahwa salah satu terobosannya adalah pengembangan Modul SETARA (Semangat Dunia Remaja), yang tidak hanya berisi informasi faktual tentang kesehatan reproduksi, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai keislaman seperti iffah (menjaga kehormatan), keadilan, kasih sayang, dan akhlakul karimah.

“Modul ini dirancang untuk membentuk karakter mulia peserta didik. Kami ingin anak muda memahami bahwa tubuh mereka adalah amanah dari Tuhan yang wajib dijaga,” ujar Dr. M. Arskal Salim.

Baca Juga :  Wamendikdasmen Tekankan Partisipasi Publik dalam Revisi UU Sisdiknas

Ia menekankan pentingnya modul ini sebagai respons atas tantangan zaman, terutama maraknya kekerasan seksual yang bahkan terjadi di lingkungan pendidikan agama.

Dr. M. Arskal Salim juga menambahkan bahwa Garut dipilih karena ekosistem pendidikannya yang terbuka dan progresif, serta dukungan kuat dari masyarakat terhadap pendekatan edukatif berbasis nilai.

“Kami targetkan guru PAI, guru biologi, bahkan guru TK bisa menggunakan modul ini sebagai materi pembelajaran yang kontekstual dan bermakna,” ujarnya dikutip dari teraskandaga.com.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Garut, Dr. H. Saepulloh, S.Ag., M.Pd.I., menyambut baik kegiatan ini. Ia menilai, kehadiran modul ini sangat tepat karena Garut memiliki banyak pesantren dan lembaga pendidikan Islam yang potensial menjadi pionir dalam transformasi pendidikan karakter.

Baca Juga :  IKKHG Wisuda 560 Lulusan, Rektor Ungkap Prodi Akreditasi Unggul dan Rencana Buka FKG

“Ini saatnya Garut berkontribusi nyata untuk mencetak generasi emas 2045. Kami sangat siap,” tegas Saepulloh.

Sementara itu, Direktur YGSI, Ely Sawitri, menyampaikan bahwa modul ini awalnya dikembangkan untuk pendidikan umum. Namun, melihat tingginya angka kekerasan seksual di berbagai satuan pendidikan, termasuk yang berbasis agama, YGSI merasa perlu menyempurnakan modul agar selaras dengan ajaran Islam.

“Kami fokus pada siswa usia SMP, karena ini masa yang krusial bagi perkembangan fisik dan emosional mereka,” jelas Ely.

Kegiatan ini juga menjadi ajang menghimpun masukan dari para guru dan pemangku kepentingan pendidikan di Garut, yang akan digunakan sebagai dasar penyempurnaan modul sebelum diterapkan secara nasional di madrasah dan pesantren.***

Penulis : Soni Tarsoni

Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dinas Pendidikan Garut Lirik Karya Inovatif Mahasiswa Dalam Gelar Karya PPG IPI Garut
Gelar Karya PPG IPI Garut Hadirkan Inovasi untuk Masalah Pembelajaran
SMPN 2 Garut Apresiasi Inovasi Pembelajaran di Gelar Karya PPG IPI
Kang Abik, Penulis Ayat-Ayat Cinta, Hadir di Al Mashduqi Garut, Pesan Haru Orang Tua Warnai Pelepasan Santri Murid ke Al-Azhar
Sekretaris Dirjen Pesantren Kementerian Agama RI Lepas Keberangkatan Santri Murid Al Mashduqi IIBS Garut Ke Universitas Al-Azhar Cairo, Mesir Bersama PAAM Jabar
Wamendikdasmen Tekankan Partisipasi Publik dalam Revisi UU Sisdiknas
Wisuda ke-29 IKKHG, Ketua Pembina YDHIG Soroti Rencana Fakultas Kedokteran Gigi
IKKHG Wisuda 560 Lulusan, Rektor Ungkap Prodi Akreditasi Unggul dan Rencana Buka FKG

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:49 WIB

Dinas Pendidikan Garut Lirik Karya Inovatif Mahasiswa Dalam Gelar Karya PPG IPI Garut

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:02 WIB

Gelar Karya PPG IPI Garut Hadirkan Inovasi untuk Masalah Pembelajaran

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:47 WIB

SMPN 2 Garut Apresiasi Inovasi Pembelajaran di Gelar Karya PPG IPI

Minggu, 18 Oktober 2026 - 06:40 WIB

Kang Abik, Penulis Ayat-Ayat Cinta, Hadir di Al Mashduqi Garut, Pesan Haru Orang Tua Warnai Pelepasan Santri Murid ke Al-Azhar

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:39 WIB

Sekretaris Dirjen Pesantren Kementerian Agama RI Lepas Keberangkatan Santri Murid Al Mashduqi IIBS Garut Ke Universitas Al-Azhar Cairo, Mesir Bersama PAAM Jabar

Berita Terbaru