WARTAGARUT.COM – Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Garut, Dr. Agus Rahmat Nugraha, M.Ag., M.Pd., menilai Institut Muhammadiyah Darul Arqam (IMDA) Garut harus membuka program studi berbasis sains jika ingin bertransformasi menjadi universitas.
Hal itu disampaikannya usai menghadiri Sidang Senat Terbuka Wisuda XXII IMDA Garut di Hotel Santika Garut, Sabtu (18/4/2026).
Menurut Dr. Agus, wisuda ke-22 menjadi momentum penting bagi IMDA Garut untuk mempercepat langkah perubahan status dari institut menjadi universitas.
Ia mengatakan, perubahan tersebut harus dibarengi dengan langkah sistematis, mulai dari penambahan jurusan, program studi, hingga fakultas baru.
“Kami dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah Garut tentu memiliki apresiasi yang sangat positif atas berlangsungnya kegiatan wisuda ke-22 pada hari ini. Ini adalah langkah maju dari IMDA yang sudah di usia 22 tahun untuk segera merubah status dari institut menjadi universitas,” ujar Agus.
Menurutnya, salah satu hal yang perlu segera dipikirkan oleh IMDA adalah membuka jurusan dan program studi yang berbasis sains.
Dr. Agus menilai kehadiran prodi sains akan menjadi faktor penting agar IMDA memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh izin perubahan status menjadi universitas.
“Kalau tidak ada sains saya kira tidak akan diberi ruang untuk dibukanya universitas itu,” katanya.
Ia mengungkapkan, PDM Garut saat ini sudah menjalin komunikasi dengan berbagai pihak untuk membantu mewujudkan target tersebut.
Menurutnya, dukungan dari berbagai elemen sangat penting agar IMDA Garut dapat berkembang menjadi perguruan tinggi yang lebih besar dan kompetitif.
Selain membahas pengembangan kampus, Agus juga menyoroti peluang kerja lulusan IMDA Garut.
Ia menyebut alumni IMDA selama ini cukup banyak terserap di dunia pendidikan, baik di sekolah negeri maupun swasta.
“Alumni-alumni IMDA bahkan dari STAIDA dulu banyak terserap di PNS, sekarang mungkin PPPK. Mayoritas ada di sekolah-sekolah baik swasta maupun negeri,” tuturnya.
Tidak hanya itu, Dr. Agus mengatakan ada juga lulusan yang bekerja di bidang sosial, bisnis, dan sektor swasta lainnya.
Ia menilai salah satu kekuatan lulusan IMDA adalah bekal organisasi dan kemandirian yang sudah ditanamkan sejak masa kuliah.
“Mereka tidak hanya diajarkan ilmu, tetapi juga dibekali keorganisasian. Jadi mereka punya kesiapan untuk menerapkan ilmunya di berbagai bidang,” jelasnya.
Dr. Agus menambahkan, tantangan dunia kerja ke depan akan semakin berat karena persaingan semakin terbuka dan generasi muda saat ini memiliki akses informasi yang jauh lebih luas.
Menurutnya, mahasiswa sekarang lebih cepat belajar, lebih mudah mengakses ilmu pengetahuan, serta memiliki peluang besar untuk menentukan masa depan mereka sendiri.
“Mereka sekarang lebih cerdas dari zaman kita. Mereka bisa mengakses sendiri, mereka juga menambah ilmu terutama bahasa dan mengakses dunia dengan sangat terbuka,” pungkasnya.
Penulis : Soni Tarsoni















