Kontroversi Durasi Injury Time di Laga Indonesia vs Bahrain: Wasit Al Kaf Jadi Sorotan

- Jurnalis

Sabtu, 12 Oktober 2024 - 17:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kontroversi Durasi Injury Time di Laga Indonesia vs Bahrain_ Wasit Al Kaf Jadi Sorotan (foto_ PSSI.org)

Kontroversi Durasi Injury Time di Laga Indonesia vs Bahrain_ Wasit Al Kaf Jadi Sorotan (foto_ PSSI.org)

WARTAGARUT.COM— Pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026  antara Bahrain dan Indonesia* berakhir dengan skor imbang 2-2, namun laga ini menyisakan kontroversi terkait durasi injury time yang menjadi perbincangan hangat. 

Indonesia, yang sempat unggul hingga tambahan waktu, harus menerima kenyataan pahit setelah Bahrain berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-90+9 Hal ini terjadi meskipun wasit asal Oman, Ahmed Al Kaf, awalnya memberikan tambahan waktu enam menit..

Namun, di tengah situasi menegangkan, wasit tetap melanjutkan pertandingan lebih lama dari yang diumumkan. 

Gol penyama Bahrain yang tercipta di menit ke-90+9 memicu protes keras dari kubu Indonesia. Pelatih Indonesia, Shin Tae-yong, mempertanyakan keputusan wasit yang memperpanjang waktu melebihi enam menit. 

“Pemain kami marah, karena durasi waktu yang seharusnya sudah habis,” ungkap Shin Tae-yong.

Protes semakin memuncak ketika manajer timnas Indonesia, Sumardji, menerima kartu merah karena mempertanyakan keputusan tersebut. 

Bahkan, bek andalan timnas, Shayne Pattynama, tak mampu menahan emosinya dan terlihat sangat kecewa dengan situasi tersebut.

Meskipun demikian, berdasarkan aturan dari IFAB (International Football Association Board), wasit memang berhak memperpanjang waktu tambahan jika ada alasan yang mendukung, seperti pergantian pemain, cedera, atau gangguan lain yang memperlambat permainan. 

Namun, yang menjadi sorotan adalah keputusan Ahmed Al Kaf yang dinilai memperpanjang waktu tanpa adanya alasan signifikan.

Pengamat sepak bola, Anton Sanjoyo, berpendapat bahwa secara aturan, perpanjangan waktu tersebut memang dibenarkan, namun tetap saja memicu tanda tanya besar. 

“Keputusan tersebut masih sesuai dengan aturan yang berlaku, tetapi kontroversial karena terkesan tidak transparan,” ujarnya Anton Sanjoyo dikutip di Kompas TV, Pada Jumat, 11 Oktober 2024. 

Hal senada disampaikan oleh Weshley Hutagalung, yang menambahkan bahwa tidak ada insiden besar yang memerlukan perpanjangan waktu hingga sembilan menit. 

“Meskipun penambahan waktu bisa dibenarkan secara aturan, tidak ada alasan signifikan dalam pertandingan yang membutuhkan perpanjangan waktu sebanyak itu,” kata Weshley.

Kontroversi mengenai durasi injury time ini pun menjadi diskusi hangat di kalangan penggemar sepak bola, dan menambah ketegangan dalam laga yang diharapkan bisa berakhir manis untuk Indonesia. 

Kini, Timnas Garuda di bawah asuhan Shin Tae-yong diharapkan tetap fokus menghadapi laga selanjutnya, sambil berharap kejadian serupa tidak terulang.***

Penulis : Soni Tarsoni

Berita Terkait

Ketua PJSI Garut Yusuf Ansori Targetkan 3 Emas di Porprov Jabar, Mulai Pemetaan Atlet
Verifikasi Atlet Rampung, KONI Garut Segera Terbitkan SK Kontingen Porprov Jabar 2026
Garut Jadi Tuan Rumah Kejurda Voli U-18 Jabar, Dr Nahdi: Kesempatan Emas Tunjukkan Potensi Daerah
MERIAH! Kejurda Voli U-18 Jabar Dibuka, Bupati Garut Dorong Sport Tourism dan Perlindungan Atlet Lewat BPJamsostek
Kepala SMK Muhammadiyah Garut Ucapkan Selamat, Yusuf Ansori Pimpin PJSI 2026–2030
Dedi Satriandhi Akhiri Dua Periode di PJSI Garut, Tinggalkan Prestasi dan Harapan Baru
Anggota DPRD Garut Diah Kurniasari Tegaskan KORMI Garut Siap Bersinergi dengan Dispora, Olahraga Masyarakat Didorong Jadi Prioritas Pembangunan
RKPD DISPORA Garut Dibahas, Sekretaris Komisi IV DPRD Garut Dorong Penguatan Program Kepemudaan dan Olahraga
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 08:07 WIB

Verifikasi Atlet Rampung, KONI Garut Segera Terbitkan SK Kontingen Porprov Jabar 2026

Rabu, 15 April 2026 - 17:53 WIB

Garut Jadi Tuan Rumah Kejurda Voli U-18 Jabar, Dr Nahdi: Kesempatan Emas Tunjukkan Potensi Daerah

Selasa, 14 April 2026 - 08:00 WIB

MERIAH! Kejurda Voli U-18 Jabar Dibuka, Bupati Garut Dorong Sport Tourism dan Perlindungan Atlet Lewat BPJamsostek

Minggu, 5 April 2026 - 19:09 WIB

Kepala SMK Muhammadiyah Garut Ucapkan Selamat, Yusuf Ansori Pimpin PJSI 2026–2030

Minggu, 5 April 2026 - 09:08 WIB

Dedi Satriandhi Akhiri Dua Periode di PJSI Garut, Tinggalkan Prestasi dan Harapan Baru

Berita Terbaru

Bawaslu Garut Kunjungi IKKHG, Bahas Kerja Sama Pengawasan Partisipatif

Perguruan Tinggi

Bawaslu Garut Kunjungi IKKHG, Bahas Kerja Sama Pengawasan Partisipatif

Sabtu, 18 Apr 2026 - 16:27 WIB

Ketua PDM Garut ( ketiga dari kiri) Dorong IMDA Buka Prodi Sains untuk Jadi Universitas

Perguruan Tinggi

Ketua PDM Garut Dorong IMDA Buka Prodi Sains untuk Jadi Universitas

Sabtu, 18 Apr 2026 - 14:11 WIB

error: Content is protected !!