WARTAGARUT.COM – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Republik Indonesia, Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D., memberikan apresiasi tinggi kepada STIKes Karsa Husada Garut yang meluncurkan Program Gerakan Bersih Rapi (GBR).
Prof. Brian menegaskan, GBR merupakan langkah konkret menuju kampus ramah lingkungan dengan sistem penanganan sampah mandiri dan berkelanjutan.
“Kita ingin setiap kampus bisa menangani sampah 100% di dalam kampus, tidak membuang keluar. STIKes Karsa Husada sudah menjadi contoh, dan saya sangat mengapresiasi,” ujarnya.
Program GBR mendapat perhatian sejak laporan Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Ferdiansyah, S.E., M.M., yang menyoroti pentingnya kampus menjadi role model pengelolaan sampah modern.
“Kampus ini rapi, bersih, sampahnya dipisah, bahkan penanganannya mandiri. Kalau orang masuk kampus, rasanya seperti di Jepang. Ini bukan hanya soal lingkungan, tapi juga menguntungkan secara ekonomi,” tambah Mendiktisaintek.
Lebih jauh, Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi menyatakan siap mendukung keberlanjutan program GBR, baik dari sisi peralatan dan lainnya
“Kami berharap mahasiswa di sini memiliki paradigma maju. Karena di kampus ini, mereka sudah terbiasa dengan sistem penanganan sampah yang baik,” tegas Prof. Brian.
Dengan adanya gerakan ini, STIKes Karsa Husada Garut bukan hanya fokus mencetak tenaga kesehatan unggul, tetapi juga mendidik mahasiswa agar peduli lingkungan dan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan.
Penulis : Soni Tarsoni

















