Monumen Pesawat AS 202 Resmi Diresmikan, Wakil Ketua DPRD Garut, H.S Fahmi Soroti Peran Edukasi

- Jurnalis

Senin, 9 Juni 2025 - 05:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Monumen Pesawat AS 202 Resmi Diresmikan, Wakil Ketua DPRD Garut, H.S Fahmi Soroti Peran Edukasi

Monumen Pesawat AS 202 Resmi Diresmikan, Wakil Ketua DPRD Garut, H.S Fahmi Soroti Peran Edukasi

WARTAGARUT.COM —Kabupaten Garut resmi memiliki ikon baru di sektor edukasi dan pariwisata. 

Sebuah Monumen Pesawat AS 202 Bravo kini berdiri megah di Pusat Pelatihan Aerosport Haruman Jingga, Kecamatan Kadungora, sebagai simbol kebanggaan dan kemajuan dunia kedirgantaraan lokal.

Acara peresmian yang dihadiri oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, serta jajaran militer dan sipil, menjadi momentum penting dalam mendorong literasi dirgantara di tengah masyarakat.

Wakil Ketua DPRD Garut, H. S. Fahmi, SIP, turut hadir dan memberikan apresiasinya atas inisiatif ini. Ia menilai monumen ini bukan sekadar estetika kota, melainkan sarana edukatif yang sangat strategis untuk membangun ketertarikan generasi muda terhadap dunia dirgantara.

“Kita tak bisa membangun masa depan tanpa mengenalkan teknologi dan sejarah pada anak-anak muda. Monumen ini adalah pintu gerbang edukasi,” ujar Fahmi saat menghadiri peresmian tersebut, pada  Kamis, 5 Juni 2025. 

Menurutnya, kehadiran pesawat latih legendaris ini bukan hanya memperindah wajah Kadungora, tetapi juga membuka peluang Garut menjadi pusat kegiatan aerosport di Jawa Barat.

 Ia berharap, Pemkab Garut dapat mengembangkan kawasan ini menjadi wisata edukasi dan latihan kedirgantaraan yang berkelanjutan.

“Bayangkan jika anak-anak sekolah bisa belajar langsung di sini. Ini bukan sekadar monumen, tapi ruang belajar terbuka,” tambahnya.

Monumen Pesawat AS 202 Bravo sendiri merupakan hibah dari TNI Angkatan Udara. 

Pesawat ini pernah digunakan untuk melatih para pilot TNI AU sejak tahun 1981 hingga 2015, menjadikannya saksi sejarah lahirnya para elang udara Indonesia.

Komandan Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat), Marsda TNI Deny Muis, menjelaskan bahwa pesawat ini merupakan simbol kejayaan dan dedikasi dunia dirgantara Indonesia.

Dengan anggaran sekitar 200 juta rupiah dan luas bangunan 25 meter persegi, monumen ini diharapkan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan sekaligus pelajar.

“Kami ingin masyarakat tahu bahwa dunia dirgantara itu bukan eksklusif atau mahal, tapi bisa diakses dan dipahami semua kalangan,” tutur Ketua Penyelenggara, Letkol Sus Aprizal Zulham.***

 

Penulis : Soni Tarsoni

Berita Terkait

Maraknya Predator Seksual, Sekretaris PKB Garut Cecep M Ginanjar Desak Reformasi Pengawasan Pendidikan
Wakil Ketua DPRD Garut H S Fahmi: Pendidikan Harus Menjangkau Semua Tanpa Kesenjangan
Ketua Umum PBNU Gus Yahya Kunjungi Al Musaddadiyah Garut, Teguhkan Sinergi Keulamaan dan Pendidikan Pesantren
CSR Astra Bangun 85 Rumah Gratis bagi Petani Kopi di Pakenjeng dan Cikajang
H. Subhan Fahmi, S.IP Apresiasi Lahirnya Direktorat Jenderal Pesantren, Nilai Tonggak Baru Penguatan Pendidikan Islam
Gantikan Yudha Puja Turnawan, Dadan Wandiansyah Sebut Jabatan Ketua Fraksi PDIP Sebagai “Musibah Amanah”
GP Ansor Jawa Barat Isi Harlah ke-92 dengan Aksi Lingkungan hingga Pemberdayaan Ekonomi Kader
Puluhan PAC Membangkang, DPW Jabar Ambil Alih Muscab PPP Garut, Formatur Kepengurusan Baru Langsung Dibentuk
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 15:20 WIB

Maraknya Predator Seksual, Sekretaris PKB Garut Cecep M Ginanjar Desak Reformasi Pengawasan Pendidikan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:33 WIB

Wakil Ketua DPRD Garut H S Fahmi: Pendidikan Harus Menjangkau Semua Tanpa Kesenjangan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 16:29 WIB

Ketua Umum PBNU Gus Yahya Kunjungi Al Musaddadiyah Garut, Teguhkan Sinergi Keulamaan dan Pendidikan Pesantren

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:45 WIB

CSR Astra Bangun 85 Rumah Gratis bagi Petani Kopi di Pakenjeng dan Cikajang

Rabu, 29 April 2026 - 10:12 WIB

H. Subhan Fahmi, S.IP Apresiasi Lahirnya Direktorat Jenderal Pesantren, Nilai Tonggak Baru Penguatan Pendidikan Islam

Berita Terbaru

error: Content is protected !!