WARTAGARUT.COM – Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menegaskan bahwa pembangunan perumahan di Kabupaten Garut harus dilakukan secara selektif dan berhati-hati, terutama pada wilayah dengan tingkat kerentanan lingkungan tinggi, agar tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.
Pernyataan tersebut disampaikan Abdusy Syakur Amin saat menanggapi kebijakan pembangunan perumahan yang juga menjadi perhatian pemerintah provinsi.
Menurutnya, tidak semua wilayah di Garut berada pada kondisi kritis, sehingga pendekatan pembangunan harus berbasis kajian lapangan dan tata ruang.
“Kalau pembangunan perumahan itu tergantung. Di beberapa tempat memang ada yang berada di daerah kritis, tapi di Garut tidak semuanya seperti itu,” ujar Abdusy Syakur Amin, dalam wawancara dengan media di Kecamatan Cihurip Kabupaten Garut, pada Sabtu, 20 Desember 2025.
Ia menekankan, kebijakan pembangunan perumahan tidak bisa disamaratakan karena terdapat sejumlah program yang berpotensi saling bersinggungan jika tidak dirancang dengan matang.
“Ada dua program yang kalau tidak hati-hati, seakan-akan berbenturan, padahal sebenarnya tidak. Ini yang harus kita waspadai,” katanya.
Bupati Garut menyebut, pemerintah daerah harus menjadi penyaring utama dalam menentukan lokasi dan pola pembangunan perumahan agar tetap sejalan dengan kebijakan tata ruang dan perlindungan lingkungan.
“Kita harus berhati hati menyikapi. Kita harus selektif,” tegasnya.
Untuk itu, Syakur Amin mengaku telah meminta tim teknis pemerintah daerah membuka ruang diskusi yang luas agar setiap kebijakan pembangunan perumahan melalui proses kajian mendalam.
“Kita sudah ngobrol. Saya minta ke tim agar ada ruang untuk bicara banyak soal ini,” ungkapnya.
Ia berharap, melalui perencanaan yang cermat, pembangunan perumahan di Garut tidak hanya memenuhi kebutuhan hunian masyarakat, tetapi juga tetap menjaga keseimbangan lingkungan dan menghindari risiko jangka panjang.
“Kita harus hati-hati, jangan sampai niat baik justru menimbulkan masalah baru,” pungkas Syakur Amin.**
Penulis : Soni Tarsoni









