Persebaya ke Final Piala Presiden 2026, Drama VAR dan Kartu Merah Hancurkan Arema FC

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:43 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 [ILUSTRASI] Lompatan tinggi Yuran Fernandes saat menyambut umpan sepak pojok Francisco Rivera untuk membobol gawang Arema FC.

[ILUSTRASI] Lompatan tinggi Yuran Fernandes saat menyambut umpan sepak pojok Francisco Rivera untuk membobol gawang Arema FC.

‎WARTAGARUT.COM – Persebaya ke Final Piala Presiden 2026 setelah menumbangkan Arema FC dengan skor tipis 1-0 dalam laga semifinal kompetisi pramusim yang berlangsung dengan tensi tinggi di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada Selasa (4/8/2026) malam.
‎Kemenangan dramatis ini menegaskan dominasi tak terbantahkan Bajul Ijo atas rival abadi mereka dalam lima pertemuan terakhir di kancah sepak bola nasional.
‎Pertandingan bertajuk Derbi Jawa Timur ini berjalan sangat ketat sejak awal, diwarnai intervensi teknologi mutakhir hingga pengusiran pemain dari lapangan hijau.

‎Drama VAR dan Gol Tunggal Yuran Fernandes

‎Laga baru berjalan sengit ketika gelandang Arema FC, Matheus Blade, melakukan tendangan akrobatik berbahaya yang membuat wasit langsung mengeluarkan kartu merah.
‎Beruntung bagi Singo Edan, setelah sang pengadil meninjau ulang tayangan lewat Video Assistant Referee (VAR), hukuman tersebut dianulir menjadi kartu kuning.
‎Kebuntuan taktik di lapangan akhirnya pecah pada masa cedera babak pertama, tepatnya di menit ke-45+8.
‎Gelandang kreatif Persebaya, Francisco Rivera, melepaskan umpan sepak pojok yang sangat terukur ke dalam kotak penalti.
‎Bek jangkung Yuran Fernandes melompat paling tinggi untuk menyambut bola dengan sundulan tajam yang gagal dihalau penjaga gawang lawan, mengubah papan skor menjadi 1-0 sebelum turun minum.

‎Petaka Kartu Merah Diego Landis dan Konsekuensi Final

‎Memasuki paruh kedua, usaha Arema FC untuk mengejar ketertinggalan justru semakin berat akibat kerugian disiplin pemain.
‎Bek mereka, Diego Landis, menerima kartu merah langsung pada menit ke-67 yang memaksa tim asal Malang tersebut bermain dengan 10 orang di sisa waktu laga.
‎Unggul jumlah personel membuat Persebaya lebih leluasa mengendalikan ritme dan mengamankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi.
‎Konsekuensi dari hasil ini memastikan tiket partai puncak menjadi milik Surabaya, sementara sang rival harus rela turun kasta dalam perebutan tempat ketiga.***

Penulis : Soni Tarsoni

Editor : Soni Tarsoni

Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PERSIB Balikkan Keadaan, Kalahkan Persijap Jepara 2-1 di Pekan Ketiga Super League
Klasemen Levante vs Barcelona Usai Barca Menang 4-2
Klasemen Premier League Usai Man Utd vs Man City 0-1
Man Utd vs Man City 0-1, Gol Haaland Disahkan VAR
Levante vs Barcelona: Barca Menang 4-2, Lamine Yamal Cetak Brace
Chelsea vs Hull City Berakhir 2-2, The Blues Gagal Menang
Persib vs Persija, Polres Garut Kerahkan 189 Personel
PSS vs Madura United Berakhir 1-3, Laskar Sape Kerrab Menang
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 21:45 WIB

PERSIB Balikkan Keadaan, Kalahkan Persijap Jepara 2-1 di Pekan Ketiga Super League

Senin, 14 September 2026 - 03:45 WIB

Klasemen Levante vs Barcelona Usai Barca Menang 4-2

Senin, 14 September 2026 - 03:24 WIB

Klasemen Premier League Usai Man Utd vs Man City 0-1

Senin, 14 September 2026 - 03:05 WIB

Man Utd vs Man City 0-1, Gol Haaland Disahkan VAR

Minggu, 13 September 2026 - 23:33 WIB

Levante vs Barcelona: Barca Menang 4-2, Lamine Yamal Cetak Brace

Berita Terbaru