WARTAGARUT.COM – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Garut bergerak cepat menangani kerusakan berbagai infrastruktur yang terdampak hujan ekstrem sepanjang awal Desember 2025.
Kepala Dinas PUPR Garut, Agus Ismail, ST., MT., menyampaikan bahwa curah hujan tinggi telah memicu kerusakan jalan, jembatan, hingga jaringan irigasi yang vital bagi aktivitas masyarakat.
Agus Ismail menjelaskan, cuaca ekstrem kali ini menimbulkan dampak yang cukup luas di sejumlah kecamatan.
“Curah hujan yang luar biasa ini menyebabkan kerusakan infrastruktur, baik jalan, jembatan, maupun irigasi. Kami menyiapkan instrumen alat berat untuk mengantisipasi agar kerusakan tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi masyarakat,” ujarnya saat ditemui WartaGarut.com Dalam Kegiatan Tebar Ikan dalam rangka Hari Bakti Pekerjaan Umum ke-80 di Cimaragas Blok Talangseng, Margawati, Garut Kota kabupaten Garut, Sabtu 6 Desember 2025.
Menurutnya, PUPR telah melakukan inventarisasi dan koordinasi lintas sektor, termasuk dengan BPBD, BNPB, dan perangkat daerah lainnya untuk penanganan darurat.
“Kami bergerak cepat. Upaya tanggap darurat terus dilakukan, baik secara mandiri, swadaya, maupun kolaborasi lintas lembaga. Prinsip kami, jangan sampai kehidupan masyarakat terganggu dan aktivitas mereka terhenti karena infrastruktur rusak,” tambah Agus.
Agis sapaan akrab Kepala Dinas PUPR kabupaten Garut, merinci beberapa wilayah yang telah mendapatkan penanganan langsung PUPR, antara lain: Pendeuy, Banjarwangi, Singajaya, Pasirwangi
Sementara dua wilayah lain yaitu, Bungbulang dan Caringin masih dalam proses inventarisasi dan penanganan lanjutan,
“Yang paling banyak terjadi adalah jembatan putus, terutama di jalan-jalan desa yang menjadi akses vital masyarakat. Ini yang kami prioritaskan karena menyangkut mobilitas harian warga,” tutur Agus.
Ia menegaskan bahwa PUPR Garut terus melakukan monitoring harian terhadap seluruh titik rawan bencana, terutama memasuki puncak musim hujan.
“Kami ingin memastikan masyarakat tetap bisa bekerja, beraktivitas, dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Infrastruktur adalah tulang punggungnya,” kata Agis.***
Penulis : Soni Tarsoni









