WARTAGARUT.COM – Rektor Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut, Prof. Dr. H. Nizar Alam Hamdani, S.E., M.M., M.T., M.Si., M.Kom, menegaskan pentingnya menjadikan Hari Ibu 22 Desember 2025 sebagai momentum refleksi nilai bakti, penghormatan, dan penguatan peran ibu dalam membangun karakter bangsa.
Dalam pernyataannya, Prof. Nizar menyampaikan bahwa Hari Ibu tidak cukup dimaknai sebagai seremoni tahunan, melainkan pengingat mendalam akan posisi ibu sebagai fondasi pendidikan pertama dan utama dalam kehidupan manusia.
“Hari Ibu adalah momentum untuk mengingat kembali bahwa peradaban besar selalu lahir dari peran seorang ibu yang mendidik dengan ketulusan, kesabaran, dan keteguhan nilai,” ujar Prof. Nizar.
Ia menekankan bahwa ajaran Islam secara tegas menempatkan ibu pada kedudukan tertinggi dalam urusan bakti dan penghormatan, sebagaimana tercantum dalam hadis Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
“Rasulullah menegaskan tiga kali ‘ibumu’ sebelum ‘ayahmu’. Ini bukan sekadar urutan, tetapi pesan moral yang sangat kuat tentang besarnya pengorbanan seorang ibu,” tegasnya.
Menurut Rektor IPI Garut, nilai bakti kepada ibu harus diwujudkan secara nyata dalam sikap sehari-hari, termasuk dalam dunia pendidikan dan kehidupan sosial.
“Menghormati ibu berarti menghormati kehidupan, ilmu pengetahuan, dan masa depan. Pendidikan yang baik selalu berakar dari nilai adab kepada orang tua,” katanya.
Prof. Nizar juga mengajak civitas akademika dan masyarakat luas untuk menjadikan Hari Ibu sebagai penguat kesadaran kolektif tentang pentingnya peran perempuan dan ibu dalam membentuk generasi berkarakter.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang memuliakan ibunya. Dari sanalah lahir generasi yang berakhlak, berilmu, dan bertanggung jawab,” pungkasnya.***
Penulis : Soni Tarsoni









