WARTAGARUT.COM – Rois Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Garut, KH. Rd. Amin Muhyidin Maolani, kembali dilantik untuk periode ketiganya.
Dengan semangat yang tak kunjung padam, ia menegaskan kembali visi besar NU Garut sejak 2015: menjamiyahkan jamaah dan menahdohkan nahdiyin.
“Ini bukan sekadar jargon. Sejak 2015 kami bangun fondasi itu. Lima tahun belum cukup, 10 tahun pun masih harus kita lanjutkan,” ujar KH. Amin Muhyidin dalam sambutan Pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Garut, di Gedung Pendopo, pada Sabtu, 24 Mei 2025.
KH. Amin Muhyidin menjelaskan bahwa upaya PCNU Garut bukan hanya mengorganisir warga NU secara struktural, tetapi juga mengedepankan jihad intelektual dan sosial yang diberi nama Jihad an-Nahdliyah.
Konsep ini merujuk pada pesan spiritual dari KH. Muhammad Ali Ma’shum, Rais ‘Aam keempat PBNU.
“Jihad ala NU hari ini adalah jihad melawan kemiskinan dan kebodohan. Jangan sampai ada warga NU yang tidak ngaji. Dan mohon maaf, jangan salah mengaji. Harus ngaji, tapi ke guru yang benar,” tegasnya.
Dalam kurun waktu 10 tahun kepemimpinannya sebagai Rois Syuriah bersama Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Garut, Drs. KH. Atjeng Abdul Wahid, berhasil mendorong pembangunan kantor PCNU Garut, yang pernah didoakan langsung oleh KH. Ma’ruf Amin dan KH. Aqil Siroj.
Selain itu, hampir seluruh Majelis Wakil Cabang (MWC) NU di Garut kini telah memiliki sekretariat masing-masing.
PCNU Garut sendiri memiliki 42 MWC dan lebih dari 400 ranting yang tersebar di seluruh desa dan kelurahan. Dengan struktur ini, perjuangan dakwah NU dijalankan hingga ke akar rumput.
Ia juga menyoroti pentingnya pendekatan edukatif dan persuasif dalam menghadapi kelompok-kelompok yang menyimpang.
“Garut ini daerah yang khas. Rentan terhadap paham menyimpang. Maka pendekatannya harus halus, edukatif, tidak bisa dengan cara kasar,” katanya.
KH. Amin juga menekankan pentingnya sinergi antara NU, MUI, ormas lain, serta pemerintah.
“Kami punya bimbingan dari Kemenag, dorongan dari PWNU dan PBNU. Tidak ada alasan untuk tidak melanjutkan perjuangan. Kita bangun Garut yang hebat, lewat khidmat ala NU,” tutupnya.***
Penulis : Soni Tarsoni














