WARTAGARUT.COM – Samir Nasri menjadi sorotan setelah menjalani pemeriksaan oleh kepolisian Paris terkait dugaan pencucian uang, perdagangan narkoba, dan keterkaitan dengan jaringan kejahatan terorganisir.
Mantan gelandang Timnas Prancis itu diperiksa selama sekitar 10 jam sebelum akhirnya diperbolehkan pulang.
Kasus yang menyeret mantan pemain Arsenal dan Manchester City tersebut mencuat ketika Timnas Prancis tengah bersaing di Piala Dunia FIFA 2026, sehingga menarik perhatian besar publik sepak bola di negaranya.
Kasus Samir Nasri
Laporan media Prancis menyebut Samir Nasri diperiksa oleh Brigade de Répression de la Délinquance Économique et Financière (BRIF), unit investigasi keuangan kepolisian yudisial Paris.
Pemeriksaan berlangsung pada 9 Juli 2026 untuk mendalami dugaan keterlibatan Nasri dalam penyelidikan terkait aktivitas pencucian uang dan dugaan hubungan dengan jaringan kriminal internasional.
Setelah sekitar 10 jam dimintai keterangan, mantan pemain berusia 39 tahun itu dibebaskan karena proses penyelidikan masih berlangsung.
Hingga kini, pihak berwenang belum menetapkan dakwaan resmi terhadap Nasri.
Dugaan Bisnis Klub Malam
Penyelidikan berfokus pada aktivitas keuangan sebuah klub malam bernama XS yang berada di Ivry-sur-Seine, Val-de-Marne.
Menurut informasi yang beredar, aparat mendalami dugaan adanya aliran dana hasil tindak pidana narkotika yang disamarkan melalui operasional tempat hiburan tersebut.
Dalam penyelidikan itu, Samir Nasri diketahui pernah menjabat sebagai manajer sekaligus pemegang saham klub malam tersebut sejak 2016.
Penyidik juga menelusuri dugaan keterlibatan sejumlah tokoh lain yang disebut memiliki hubungan dengan jaringan perdagangan narkoba dan aktivitas pencucian uang.
Proses Hukum Berjalan
Kuasa hukum Samir Nasri, Said Harir, belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan kasus tersebut.
Sementara itu, media Prancis melaporkan bahwa penyelidikan masih berada pada tahap awal. Belum ada keputusan pengadilan maupun penetapan bersalah terhadap Nasri sehingga proses hukum masih terus berjalan.
Karena itu, status hukum mantan gelandang Timnas Prancis tersebut masih mengikuti hasil penyelidikan yang dilakukan aparat berwenang.
Karier Samir Nasri
Di luar persoalan hukum, Samir Nasri dikenal sebagai salah satu gelandang kreatif terbaik yang pernah dimiliki Prancis.
Ia memulai karier profesional bersama Olympique Marseille sebelum bergabung dengan Arsenal pada 2008.
Penampilannya yang impresif kemudian membawanya hijrah ke Manchester City, tempat ia turut meraih sejumlah gelar domestik.
Selain memperkuat City, Nasri juga pernah membela Sevilla, West Ham United, dan Anderlecht sebelum mengakhiri karier profesionalnya.
Bersama Timnas Prancis, ia mencatat 41 penampilan internasional.
Namun, kariernya bersama Les Bleus berakhir lebih cepat setelah konflik dengan pelatih Didier Deschamps menjelang Piala Dunia 2014.
Sengketa Pajak Samir Nasri
Kasus yang kini diselidiki aparat muncul di tengah persoalan hukum lain yang juga dihadapi Nasri.
Sebelumnya, mantan gelandang tersebut diberitakan tengah menjalani sengketa pajak dengan otoritas keuangan Prancis. Nilai dugaan tunggakan pajak disebut mencapai 5,5 juta euro.
Meski demikian, kuasa hukumnya menegaskan bahwa perkara perpajakan tersebut merupakan kasus terpisah dan belum memasuki proses persidangan.
Perkembangan penyelidikan terbaru kini menjadi perhatian publik yang menunggu kepastian hukum terkait dugaan yang menyeret nama mantan bintang Timnas Prancis tersebut.***
Penulis : Soni Tarsoni


















Komentar