WARTAGARUT.COM – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Gerindra, H. Dede Kusdinar, S.E, melaksanakan kegiatan Sapa Budaya Warga di Kampus Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut.
Kegiatan tersebut berlangsung hangat dengan dihadiri rektor, civitas akademika, serta para mahasiswa yang turut menampilkan berbagai kreasi seni budaya daerah.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menampilkan beragam pertunjukan seni khas Garut dan Sunda, mulai dari atraksi Pencak Silat, tarian tradisional Sunda, hingga penampilan khas daerah berupa Domba Garut yang dikenal sebagai salah satu identitas budaya masyarakat Garut.
Suasana kegiatan berlangsung meriah sekaligus menjadi ruang interaksi antara wakil rakyat dengan kalangan akademisi dan mahasiswa untuk membicarakan pentingnya menjaga warisan budaya daerah.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Dede Kusdinar, menegaskan generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga, melestarikan, sekaligus mengembangkan kebudayaan lokal di tengah arus perkembangan zaman.
“Generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga, melestarikan, dan mengembangkan budaya daerah agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman,” ujar Dede Kusdinar dalam kegiatan tersebut, di Halamn Kampus IPI Garut Jalan Terusan Pahlawan No.32, Sukagalih, Kec. Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jumat, (13/3/2026).
Kang Dede Kusdinar juga menilai kampus memiliki peran strategis sebagai ruang lahirnya kreativitas mahasiswa sekaligus pusat pengembangan kebudayaan lokal.
Menurutnya, kegiatan budaya yang melibatkan mahasiswa dapat menjadi sarana untuk memperkuat identitas daerah sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap kekayaan tradisi yang dimiliki.
“Kampus diharapkan menjadi ruang lahirnya kreativitas serta pusat pelestarian budaya lokal,” katanya.
Melalui kegiatan Sapa Budaya Warga ini, Kang Dede Kusdinar berharap semangat kebudayaan terus tumbuh di kalangan mahasiswa maupun masyarakat luas, sehingga kekayaan budaya Garut dapat terus dikenal dan dibanggakan hingga tingkat nasional.
Ia menambahkan, pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif generasi muda sebagai penerus yang akan menjaga keberlangsungan nilai-nilai budaya di masa depan.
“Harapannya, semangat kebudayaan semakin tumbuh di kalangan mahasiswa dan masyarakat, sehingga kekayaan budaya Garut terus dikenal dan dibanggakan hingga tingkat nasional,” pungkasnya.***
Penulis : Soni Tarsoni

















