WARTAGARUT.COM – SDN 4 Pataruman kembali membuktikan dominasinya di ajang pendidikan tingkat dasar setelah berhasil mempertahankan gelar juara pada Lomba Cerdas Cermat (LCC) Jenjang SD Tingkat Kabupaten Garut Tahun 2026 yang resmi ditutup di Aula Komplek Yayasan Al-Musadaddiyah, Jalan Mayor Syamsu, Kecamatan Tarogong Kidul, Kamis (16/4/2026).
Sekolah asal Kecamatan Tarogong Kidul itu keluar sebagai Juara 1 setelah mengungguli para finalis lain dari 42 kecamatan di Kabupaten Garut. Posisi Juara 2 diraih SD Yos Sudarso dari Kecamatan Garut Kota, sedangkan Juara 3 ditempati SDN 3 Banjarwangi dari Kecamatan Banjarwangi.
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menegaskan bahwa LCC bukan hanya ajang perlombaan, tetapi bagian dari upaya membangun budaya belajar yang lebih kuat di sekolah.
Menurutnya, peningkatan kualitas literasi dan numerasi masih menjadi tantangan besar yang harus dihadapi dunia pendidikan di Kabupaten Garut.
“Kita juga melihat bahwa kita itu perlu usaha yang serius dalam meningkatkan kualitas numerasi dan literasi. Ini dengan perlombaan ini saya berharap nanti sekolah-sekolah akan menyiapkan dirinya sebaik-baiknya sehingga secara tidak langsung akan membuat elemen masyarakat khususnya sekolah-sekolah akan serius lagi untuk belajar,” ujar Abdusy Syakur Amin.
Ia juga berencana mengevaluasi sistem kompetisi agar jangkauannya lebih luas. Salah satu yang tengah disiapkan, kata dia, adalah ajang kompetisi khusus untuk guru.
“Karena saya berharap bahwa yang membuat anak hebat itu kan gurunya, itu akan kita dorong karena kadang-kadang saya ingin meyakinkan kita semua bahwa guru kita juga mereka memiliki kompetensi yang sesuai dengan guru kita,” tambahnya.
Selain pendidikan, Bupati Garut menilai event seperti LCC juga harus memberi dampak ekonomi bagi masyarakat, terutama karena peserta dan pendamping datang dari berbagai kecamatan.
“Dan juga satu lagi, ini mendorong pertumbuhan ekonomi. Karena di kecamatan-kecamatan datang ngumpul, ada ekonomi lagi. Kita selalu bikin ekonomi gimana caranya di event-event yang bisa memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat luas,” ungkapnya.
Di tempat yang sama, Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Ai Sadidah, menjelaskan bahwa kompetisi tahun ini diikuti perwakilan dari 42 kecamatan yang dibagi ke dalam wilayah utara, tengah, dan selatan.
Menurutnya, babak penyisihan berlangsung dalam tiga putaran di setiap wilayah dan menghasilkan satu juara yang melaju ke semifinal hingga final.
“Satu wilayah itu di penyisihan berlangsung tiga putaran, setiap putaran menghasilkan satu juara yang masuk di semi final. Tadi kan sudah dilihat semi finalnya berlangsung satu putaran, juara satu yang maju di final,” kata Ai.
Ia menambahkan, konsep LCC tahun ini berbeda dari sebelumnya karena lebih difokuskan pada penguatan literasi dan numerasi. Sebagai kelanjutan program, Dinas Pendidikan Kabupaten Garut juga tengah menyiapkan Lomba Cepat Tepat (LCT) yang akan lebih menitikberatkan pada matematika dan numerasi.
“Kalau LCC itu lebih ke penguatan literasi dan numerasi, kalau LCT nanti seperti tadi digambarkan lebih ke matematika numerasi,” katanya.
Kepala Sekolah SDN 4 Pataruman, Ariana, mengungkapkan bahwa keberhasilan sekolahnya mempertahankan gelar juara merupakan hasil persiapan sejak awal tahun.
“Karena memang ini sudah jadi agenda tahunan, dan kita juga sudah terima bahwa ini April akan dilaksanakan, kita sudah prepare itu langsung rekrutmen di bulan Januari,” ujarnya.
Rasa bangga juga disampaikan salah satu anggota tim juara, Prawira. Siswa berusia 11 tahun itu mengaku sempat tegang menghadapi lawan yang tangguh, tetapi bersyukur timnya mampu meraih hasil terbaik.
“Alhamdulillah gak nyangka bisa sampai ke titik ini, berkat doa sama usaha jadi dapet ini. Harapannya semoga penerus kita dapat hasil yang terbaik,” pungkasnya.
Penulis : Soni Tarsoni



















