WARTAGARUT.COM – SMK Muhammadiyah Garut menggelar kegiatan silaturahmi dan pembinaan bersama Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Prof Dr Nugraha, SE, M.Si, Akt., CA, CPA, CFP, di Ruang Multimedia SMK Muhammadiyah Garut, Kamis (5/2/2026), sebagai langkah strategis mempercepat transformasi menuju sekolah unggul dan berdaya saing.
Kegiatan bertajuk “Transformasi Menuju Sekolah Unggul” ini dihadiri jajaran guru, tenaga kependidikan, serta keluarga besar SMK Muhammadiyah Garut.
Pembinaan berfokus pada peningkatan mutu pendidikan, penguatan karakter siswa, serta penguatan jejaring dunia industri.
Kepala SMK Muhammadiyah Garut, Yan Yan Hermawan, S.Pd.I, mengatakan, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mendorong perubahan sistem pendidikan di lingkungan sekolahnya.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah menjadikan SMK Muhammadiyah Garut sebagai sekolah unggul yang mampu bersaing dengan sekolah lain, baik di tingkat daerah maupun nasional,” ujar Yan Yan kepada WARTAGARUT.COM.
Ia menjelaskan, transformasi sekolah unggul tidak hanya menyentuh aspek akademik, tetapi juga menyeluruh pada manajemen, kurikulum, metode pembelajaran, serta budaya sekolah.
“Transformasi berarti perbaikan secara menyeluruh agar kualitas pendidikan dan hasil belajar siswa semakin meningkat. Ini melibatkan perubahan cara mengajar, tata kelola sekolah, hingga lingkungan belajar,” jelasnya.
Prof Dr Nugraha yang merupakan alumni SMK Muhammadiyah Garut angkatan 1985 hadir sebagai pembina utama.
Kehadirannya dinilai menjadi inspirasi sekaligus bukti nyata kepedulian alumni terhadap almamater.
Yan Yan menilai, peran alumni sangat strategis dalam mendorong kemajuan sekolah.
“Partisipasi alumni sangat tinggi. Kehadiran Prof Nugraha menjadi contoh nyata bagaimana alumni sukses kembali berkontribusi untuk membangun sekolah,” katanya.
Dalam sesi pembinaan, Prof Nugraha berbagi pengalaman, strategi pengelolaan pendidikan, serta pentingnya membangun budaya mutu di sekolah vokasi.
Salah satu fokus utama pembinaan adalah peningkatan kapasitas guru.
Yan Yan menyebut, kegiatan ini memberikan pemahaman baru bagi pendidik dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih efektif.
“Guru mendapatkan wawasan bagaimana menjadikan SMK Muhammadiyah Garut sebagai sekolah unggulan melalui pembelajaran yang lebih luas, seimbang antara teori dan praktik,” ujarnya.
Sekolah juga mulai mengoptimalkan penggunaan teknologi, termasuk smart board bantuan pemerintah, sebagai media pembelajaran interaktif.
“Inovasi pembelajaran terus kami kembangkan agar proses belajar lebih menyenangkan dan relevan dengan kebutuhan industri,” tambahnya.
Dalam pembinaan tersebut, SMK Muhammadiyah Garut juga memaparkan roadmap pengembangan sekolah unggul yang mencakup lima tahap utama, yaitu:
1. Analisis situasi dan kebutuhan sekolah
2. Penetapan visi dan misi
3. Perumusan tujuan dan sasaran
4. Penyusunan strategi dan aksi konkret
5. Evaluasi dan penyesuaian berkelanjutan
Roadmap ini menjadi panduan jangka panjang dalam membangun sistem pendidikan yang adaptif dan kompetitif.
Yan Yan menegaskan, transformasi sekolah juga diarahkan pada peningkatan daya saing lulusan di dunia kerja.
“Kami menargetkan lebih banyak lulusan yang kompeten sesuai bidang keahlian, sehingga memiliki daya tawar tinggi di dunia usaha dan industri,” ujarnya.
Kerja sama dengan UPI dinilai mampu memperkuat kepercayaan dunia industri terhadap SMK Muhammadiyah Garut.
“Kolaborasi ini menambah daya tarik sekolah di mata mitra industri,” kata Yan Yan.
Pembinaan tidak berhenti pada satu kegiatan. Sekolah dan UPI menyepakati pendampingan akademik selama satu tahun dengan pertemuan rutin dan evaluasi berkala.
“Pendampingan dilakukan secara terukur hingga target sekolah unggul benar-benar tercapai,” tutur Yan Yan.
Ke depan, SMK Muhammadiyah Garut juga merencanakan MoU institusional, termasuk program penerimaan alumni ke UPI dan rekrutmen tenaga kerja dari lulusan sekolah.
Selain penguatan sistem, kegiatan ini juga memberikan motivasi bagi siswa agar memiliki orientasi masa depan yang jelas.
“Kami ingin menumbuhkan semangat belajar yang berorientasi pada jaminan kerja dan pendidikan lanjutan,” ujar Yan Yan.
Ia berharap, transformasi yang dilakukan mampu menjadikan sekolah sebagai pusat pembentukan karakter, kompetensi, dan kemandirian siswa.
“Harapannya, dunia pendidikan benar-benar mampu menjamin masa depan generasi muda,” pungkasnya.***
Penulis : Soni Tarsoni
















