WARTAGARUT.COM – Riky Safarudin, M.Si. Guru Sejarah SMK Muhammadiyah Garut menyampaikan pesan mendalam tentang makna hidup yang sejati.
Hal ini disampaikan saat menjadi Instruktur upacara di lapangan SMK Muhammadiyah Garut, Pada Senin, 3 November 2025.
Ia menegaskan bahwa hidup bukan hanya tentang ikhtiar dan kesuksesan dunia, melainkan tentang mencari ridha Allah Subhanahu wa ta’ala melalui ketakwaan dan amal saleh.
“Hidup itu bukan sekadar usaha ke sana kemari. Sekalipun kita pintar dan bisa bekerja, kalau Allah tidak ridha, maka semua tidak akan berarti,”tegas Riky di hadapan ratusan siswa.
“Sebab hidup ini Allah yang mengatur, bukan karena kita mampu,” sambungnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia mengutip Surat Al-Hujurat Ayat 12 sebagai pengingat bahwa manusia yang paling mulia di sisi Allah adalah mereka yang bertakwa.
Menurutnya, ketakwaan tidak cukup hanya dengan ucapan, tetapi harus diwujudkan lewat ibadah yang konsisten, terutama salat tepat waktu.
“Masih banyak yang lalai ketika adzan berkumandang. Mulai sekarang, saya minta setiap murid segera ke masjid bersama-sama. Jika ingin pintar, dimudahkan kerja, dan diberi rezeki, mintalah kepada Allah lewat jalan ibadah,” ujarnya.
Selain menekankan hubungan manusia dengan Allah, Riky juga mengingatkan pentingnya akhlak terhadap orang tua dan guru.
Ia menegaskan bahwa menghormati kedua orang tua dan menaati guru adalah bagian dari amal saleh yang akan membawa keberkahan.
“Sekolah itu juga bagian dari bentuk hormat kepada orang tua. Ketika kita menuntut ilmu, itu bisa jadi pahala dan memudahkan orang tua masuk surga. Begitu juga kepada guru, karena guru adalah pengganti orang tua di sekolah,” tambahnya.
Dalam penutupnya, Riky mengajak seluruh siswa untuk menjadikan ketakwaan, disiplin, dan akhlak mulia sebagai pondasi utama dalam belajar dan menjalani kehidupan sehari-hari di sekolah.***
Penulis : Soni Tarsoni











