YDHIG Dorong STIKes Karsa Husada Garut Jadi SDGs Center dan Kampus Unggul Berdaya Saing Global

- Jurnalis

Rabu, 5 November 2025 - 18:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

YDHIG Dorong STIKes Karsa Husada Garut Jadi SDGs Center dan Kampus Unggul Berdaya Saing Global

YDHIG Dorong STIKes Karsa Husada Garut Jadi SDGs Center dan Kampus Unggul Berdaya Saing Global

WARTAGARUT.COM – Ketua Pembina Yayasan Dharma Husada Insani Garut (YDHIG), Dr. H. Hadiat, MA., menyampaikan pesan inspiratif dalam Sidang Senat Akademik Wisuda dan Angkat Sumpah STIKes Karsa Husada Garut Tahun Akademik 2024/2025 di Hotel Santika Garut, Rabu (5/11/2025).

Beliau menegaskan bahwa momentum wisuda bukan sekadar seremoni akademik, melainkan ajang refleksi, evaluasi, dan pembelajaran berkelanjutan bagi seluruh civitas akademika.

“Wisuda ini menjadi momentum untuk bersyukur, berbenah, dan belajar. Kita perlu melihat apa yang sudah baik, apa yang harus diperbaiki, dan bagaimana terus berkembang,” ujar Dr. Hadiat.

Menurutnya, setiap wisuda merupakan cermin kualitas pendidikan yang dijalankan perguruan tinggi. Antusiasme masyarakat terhadap STIKes Karsa Husada Garut menjadi indikator bahwa kampus ini terus dipercaya sebagai lembaga pendidikan kesehatan yang unggul dan berkarakter.

Beliau juga menekankan pentingnya menjaga eksistensi dan kualitas institusi agar tetap diminati dan diakui secara nasional.

Oleh karena itu, pihak yayasan aktif membangun komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk kementerian, tokoh pendidikan, dan praktisi kesehatan, untuk memperkuat peran kampus di tingkat lokal dan global.

Baca Juga :  PKB Jawa Barat Gelar Muswil, Aceng Malki Dorong Penguatan Layanan

“Kita harus banyak belajar dan berdialog. Eksistensi STIKes Karsa Husada Garut harus terus dijaga dengan mutu dan inovasi,” tegasnya.

Dr. Hadiat menambahkan, wisuda ini juga menjadi momen untuk mengukur keberhasilan pendidikan yang dijalankan serta sarana introspeksi lembaga.

Ia menyebutkan, banyak lulusan STIKes Karsa Husada Garut yang memiliki prestasi akademik gemilang, bahkan ada yang mencapai IPK 4.0, serta berprestasi di tingkat nasional hingga internasional.

Kebanggaan itu, kata Hadiat, tidak lepas dari dedikasi para dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa yang saling berkolaborasi.

Ia menekankan bahwa semangat kebersamaan harus terus dijaga, karena keberhasilan lembaga bukan hasil kerja individu, melainkan sinergi semua pihak.

Lebih jauh, Dr. Hadiat mengungkapkan rencana besar yayasan dalam mengembangkan SDGs (Sustainable Development Goals) Center di STIKes Karsa Husada Garut, sebagai bentuk komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan di bidang kesehatan.

“Kita ingin kampus ini menjadi SDGs Center. Artinya, perguruan tinggi ikut berperan aktif dalam isu global seperti penurunan stunting, pengurangan angka kematian ibu dan bayi, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga :  Harga Kebutuhan Pokok Garut Hari Ini: Beras Turun, Cabai Berfluktuasi

Ia juga mengingatkan bahwa pendidikan tinggi harus mampu menyeimbangkan kemampuan teknis dan non-teknis mahasiswa.

Menurutnya, keterampilan moral dan spiritual sama pentingnya dengan kemampuan akademik agar lulusan siap menghadapi tantangan sosial di dunia kerja.

“Gerakan bersih dan rapi itu bukan sekadar disiplin teknis, tapi juga gerakan spiritual. Lulusan harus punya moralitas dan empati,” ungkapnya.

Selain itu, Dr. Hadiat menyoroti pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan perubahan generasi.

Ia menilai mahasiswa kini semakin canggih dengan media sosial dan teknologi AI, namun perlu diarahkan agar lebih kritis dan bijak dalam memanfaatkannya.

“Mahasiswa sekarang pintar, tapi kadang kurang kritis. Di sinilah peran kampus untuk mengarahkan agar kemampuan mereka selaras dengan nilai moral dan tanggung jawab sosial,” tambahnya.

Menutup sambutannya, Dr. Hadiat menegaskan bahwa pendidikan di STIKes Karsa Husada Garut bukan hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi untuk kemajuan bangsa dan pencapaian Indonesia Emas 2045.

“Kesehatan adalah modal utama menuju negara maju. Semoga dari kampus kecil ini lahir kontribusi besar bagi bangsa,” pungkasnya.***

Penulis : Soni Tarsoni

Berita Terkait

Kemenag Jabar Lepas Enam Siswa Madrasah Aliyah Al-Mashduqi Garut ke Al Azhar Mesir
Terungkap! Garut Masuk 5 Besar Kasus Kekerasan, Ini Langkah Fatayat NU
700 Pohon Ditamam di Godog, Begini Pesan DLH Garut
Arini Nurwanti, Mahasiswi Uniga Borong 8 Medali Emas Arung Jeram PORPROV XV
20 Dosen Akuntansi Uniga Hadiri PRA X Internasional di Unpad
Peringatan Hari Guru Nasional 2025: Menguatkan Peran Guru sebagai Penuntun Peradaban
Ratusan Anak Padati FruitCity Citimall Garut, Lomba Tari Langsung Membludak
Pegadaian Syariah Perkuat Literasi Keuangan Anak Lewat Lomba Tari di Fruitcity Citimall Garut
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Desember 2025 - 11:23 WIB

Kemenag Jabar Lepas Enam Siswa Madrasah Aliyah Al-Mashduqi Garut ke Al Azhar Mesir

Senin, 1 Desember 2025 - 20:37 WIB

Terungkap! Garut Masuk 5 Besar Kasus Kekerasan, Ini Langkah Fatayat NU

Senin, 1 Desember 2025 - 10:04 WIB

700 Pohon Ditamam di Godog, Begini Pesan DLH Garut

Minggu, 30 November 2025 - 17:38 WIB

Arini Nurwanti, Mahasiswi Uniga Borong 8 Medali Emas Arung Jeram PORPROV XV

Minggu, 30 November 2025 - 15:46 WIB

20 Dosen Akuntansi Uniga Hadiri PRA X Internasional di Unpad

Berita Terbaru

error: Content is protected !!