70 Ribu Warga Garut Dicoret dari PBI, Bupati Syakur Amin Minta Layanan Kesehatan Tetap Jalan

Senin, 9 Februari 2026 - 21:01 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

70 Ribu Warga Garut Dicoret dari PBI, Bupati Syakur Amin Minta Layanan Kesehatan Tetap Jalan

70 Ribu Warga Garut Dicoret dari PBI, Bupati Syakur Amin Minta Layanan Kesehatan Tetap Jalan

WARTAGARUT.COM – Sebanyak sekitar 70 ribu warga Kabupaten Garut tercatat dicoret dari data Penerima Bantuan Iuran (PBI) jaminan kesehatan oleh pemerintah pusat pada akhir Januari 2026, kondisi yang dinilai berpotensi mengganggu akses layanan kesehatan masyarakat, sehingga Bupati Garut Abdusy Syakur Amin meminta seluruh fasilitas kesehatan tetap memberikan pelayanan maksimal kepada warga terdampak.

Hal tersebut disampaikan Bupati Syakur Amin saat memimpin Apel Gabungan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda), Jalan Pembangunan, Senin (9/2/2026).

Syakur mengaku prihatin atas besarnya jumlah warga yang terdampak pencoretan PBI. Menurutnya, angka tersebut bukan jumlah kecil dan dapat memicu persoalan sosial di lapangan jika tidak segera diantisipasi.

“Ini bukan jumlah yang sedikit. Di bayangan saya pasti akan banyak dinamika di lapangan. Saya minta Dinas Kesehatan dan Puskesmas tetap melayani masyarakat karena itu adalah pelayanan dasar,” ujar Syakur.

Ia menegaskan, akses terhadap layanan kesehatan merupakan hak dasar masyarakat yang tidak boleh terhenti hanya karena persoalan administrasi data.

“Warga yang membutuhkan tetap harus dilayani. Jangan sampai ada yang tertolak hanya karena status kepesertaannya bermasalah,” katanya.

Baca Juga :  Bansos PKH BPNT 2026 Cair? Berikut Cara Cek Bantuan Lewat Aplikasi Cek Bansos

Untuk menyikapi persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Garut telah melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Sosial guna memperoleh rincian data warga yang terdampak pencoretan.

Syakur menjelaskan, meskipun terjadi pengurangan secara mendadak, pemerintah daerah terus melakukan pengajuan ulang agar warga yang masih memenuhi kriteria dapat kembali masuk dalam skema PBI.

“Memang ada yang berkurang sekitar 70 ribu, tapi secara kumulatif kita terus mengajukan. Ketika dikurangi, kita ajukan lagi. Ikhtiar harus terus dilakukan,” ucapnya.

Ia menambahkan, pembaruan dan validasi data sosial menjadi kunci utama dalam memastikan bantuan tepat sasaran.

“Data harus terus diperbaiki agar yang benar-benar membutuhkan tidak kehilangan haknya,” lanjut Syakur.

Selain menyoroti persoalan PBI, Bupati Garut juga memberikan perhatian khusus terhadap kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) menjelang dan selama bulan Ramadan.

Ia mengingatkan agar ibadah puasa tidak dijadikan alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan publik.

“Bulan puasa bukan alasan untuk malas, tidak disiplin, atau tidak sungguh-sungguh. Justru ini momentum meningkatkan kualitas kerja,” tegasnya.

Baca Juga :  Era AI Butuh Ahli Teknologi Pendidikan, IPI Garut Buka PMB S-2

Menurut Syakur, bekerja sebagai pelayan masyarakat merupakan bagian dari ibadah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Pelayanan kepada masyarakat juga bentuk pengabdian kepada Allah SWT,” katanya.

Dalam arahannya, Syakur turut mengapresiasi berbagai upaya perbaikan kinerja birokrasi yang telah dilakukan Pemkab Garut, termasuk optimalisasi sistem administrasi digital seperti Srikandi.

Namun, ia meminta seluruh jajaran tidak cepat berpuas diri karena tantangan pembangunan daerah ke depan masih cukup berat.

“Kita sudah mulai membaik, tapi jangan merasa puas. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Garut berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi lintas sektor, baik dengan pemerintah pusat maupun perangkat daerah, guna memastikan layanan kesehatan tetap berjalan optimal bagi seluruh lapisan masyarakat.

Dengan langkah tersebut, Pemkab Garut berharap warga terdampak pencoretan PBI tidak mengalami kepanikan dan tetap memperoleh perlindungan kesehatan yang layak.

Syakur menegaskan, pihaknya akan terus mengawal proses validasi data hingga akses layanan kesehatan bagi masyarakat miskin benar-benar terjamin.***

Penulis : Warta Garut

Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

252.520 Warga Miskin, Bupati Garut Siapkan Solusi Khusus, Efektifkah?
Putri Karlina Dukung GAMAS, Maula Akbar Antar Tiga Anak ke Al Mashduqi Islamic School Garut
Cara Daftar Beasiswa Garut 2026, Simak Syarat dan Tahapannya
Jadwal Beasiswa Garut 2026 Lengkap, Catat Tanggal Pentingnya
Pemkab Garut Buka Beasiswa Satu Desa Satu Sarjana 2026, Tersisa 109 Desa Jadi Prioritas
Perbup PSU Perumahan Garut Diubah, Pengelolaan PSU Terlantar Jadi Prioritas
Orientasi PPPK Garut 2026 Diikuti 2.400 ASN, Bupati Terapkan Face Recognition demi Disiplin Peserta
Bapenda Garut Genjot Intensifikasi Pajak Daerah Demi Dongkrak PAD

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 18:44 WIB

Putri Karlina Dukung GAMAS, Maula Akbar Antar Tiga Anak ke Al Mashduqi Islamic School Garut

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:00 WIB

Cara Daftar Beasiswa Garut 2026, Simak Syarat dan Tahapannya

Minggu, 12 Juli 2026 - 10:00 WIB

Jadwal Beasiswa Garut 2026 Lengkap, Catat Tanggal Pentingnya

Minggu, 12 Juli 2026 - 08:00 WIB

Pemkab Garut Buka Beasiswa Satu Desa Satu Sarjana 2026, Tersisa 109 Desa Jadi Prioritas

Sabtu, 11 Juli 2026 - 10:23 WIB

Perbup PSU Perumahan Garut Diubah, Pengelolaan PSU Terlantar Jadi Prioritas

Berita Terbaru

Selebrasi Timnas Spanyol setelah menjuarai Piala Dunia 2026 yang mengantarkan La Furia Roja ke puncak ranking FIFA.

EVENT OLAHRAGA

Ranking FIFA Terbaru Resmi Rilis, Ada Perubahan Besar di Puncak

Rabu, 22 Jul 2026 - 08:54 WIB