WARTAGARUT.COM – Ribuan anggota Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) dari berbagai tingkatan memadati Lapangan Jaya Bakti, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, dalam Apel Akbar Milad ke-107 Hizbul Wathan, Kamis (29/1/2026).
Kegiatan ini sebagai momentum penegasan jati diri kepanduan yang berlandaskan nilai keislaman, kebangsaan, dan pengabdian sosial.
Kegiatan yang dikemas dalam “Semarak Milad” tersebut diselenggarakan oleh Kwartir Daerah Hizbul Wathan Kabupaten Garut dengan melibatkan pandu Athfal, Pengenal, Penghela, hingga Penuntun dari berbagai wilayah.
Rangkaian acara dimulai dengan apel besar, dilanjutkan dengan defile Hizbul Wathan, lomba pidato keagamaan, penampilan semaphore, baris-berbaris tongkat variasi, baris-berbaris kreatif, hingga atraksi Jawara Hizbul Wathan dan marching band Pandu Athfal.
Selain itu, panitia juga menggelar aksi penanaman pohon sebagai simbol kepedulian lingkungan dan komitmen kepanduan terhadap keberlanjutan alam Garut.
Ketua Kwartir Wilayah (Kwarwil) Hizbul Wathan Jawa Barat, Ucin Hervin, mengapresiasi Kwartir Daerah Garut yang dinilainya sukses menggelar apel besar dalam usia HW yang telah menembus lebih dari satu abad.
“Usia 107 tahun bukan perjalanan yang mudah. Hizbul Wathan pernah mengalami pasang surut, bahkan sempat vakum. Namun alhamdulillah, sejak reformasi dan bangkit kembali pada 1999, HW terus tumbuh dan berkembang, termasuk di Jawa Barat,” ujar Ucin dalam sambutannya.
Ia menyebutkan bahwa kebangkitan kembali Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan di Jawa Barat sejak tahun 2000 menjadi tonggak penting dalam memperkuat kaderisasi generasi muda Muhammadiyah.
“Ini adalah prestasi kita bersama. Terima kasih kepada Kwartir Garut yang mampu menghadirkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Pemda, TNI-Polri, hingga Gerakan Pramuka,” katanya.
Ucin juga mendorong pembentukan kabilah Hizbul Wathan di perguruan tinggi Muhammadiyah yang ada di Garut guna melengkapi jenjang pembinaan kader.
“Ke depan, kami berharap perguruan tinggi Muhammadiyah di Garut segera membentuk kabilah, agar pembinaan dari Athfal sampai Penuntun berjalan utuh,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Kwartir Daerah Hizbul Wathan Garut, Yan Yan Hermawan, dalam pidatonya mengajak seluruh pandu untuk kembali pada nilai-nilai dasar perjuangan pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan.
“Kita tidak sekadar merayakan angka 107. Kita sedang merayakan kesetiaan terhadap nilai tauhid, keikhlasan, dan pengabdian,” ujar Yan Yan.
Ia juga menyinggung keteladanan Panglima Besar Jenderal Sudirman sebagai sosok yang lahir dari kawah candradimuka Hizbul Wathan.
“Sudirman membuktikan bahwa kepanduan adalah ruang pembentukan pemimpin bangsa. Sekali Pandu HW, tetap Pandu HW,” katanya.
Menurut Yan Yan, tema Milad tahun ini, “Menguatkan Jati Diri, Menuju Kepanduan Hizbul Wathan yang Bertumbuh, Utuh, dan Tangguh”, harus menjadi panduan nyata dalam kehidupan sehari-hari para pandu.
“Bertumbuh secara intelektual, kuat secara fisik, dan jernih secara spiritual. Itulah makna utuh. Sedangkan tangguh berarti siap menghadapi tantangan zaman,” jelasnya.
Ia mengingatkan agar para pandu mampu memanfaatkan teknologi secara bijak sebagai sarana dakwah dan pengabdian, bukan sebagai sumber distraksi.
“Gunakan teknologi untuk menebar kebaikan, bukan untuk kesia-siaan,” pesannya.
Kegiatan Milad ke-107 ini turut dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan organisasi otonom Muhammadiyah, perwakilan Pemkab Garut, jajaran Polres dan Polsek, serta tokoh masyarakat.
Melalui peringatan ini, Kwartir Daerah Garut menegaskan komitmennya untuk terus membina generasi muda yang berakhlak, mandiri, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat.***
Penulis : Soni Tarsoni

















Komentar