WARTAGARUT.COM – Istilah “Cacing Persija” mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah Persija Jakarta kalah 1-2 dari Persib Bandung dalam laga pekan ke-32 BRI Super League Indonesia 2025/2026 di Stadion Segiri, Minggu malam (10/5/2026).
Istilah tersebut berasal dari spanduk yang dibawa pendukung Persija bertuliskan “Kalah Jadi Cacing, Menang Jadi Naga”.
Awalnya, pesan itu dimaksudkan sebagai bentuk tekanan sekaligus motivasi bagi tim.
Namun setelah Persija gagal mempertahankan keunggulan, kalimat tersebut justru berubah menjadi bahan candaan di media sosial.
Tagar #CacingKemayoran pun cepat menyebar di platform X dan TikTok.
Banyak warganet memelesetkan julukan Macan Kemayoran menjadi “Cacing Kemayoran” sebagai sindiran atas kekalahan di laga sarat gengsi tersebut.
Dalam pertandingan itu, Persija sempat unggul lebih dulu pada babak pertama.
Akan tetapi, Persib bangkit pada paruh kedua lewat dua gol Adam Alis Setyano yang memastikan kemenangan tim tamu.
Kemenangan tersebut membawa Persib semakin kokoh di puncak klasemen dengan 75 poin.
Sebaliknya, Persija tertahan dengan 65 poin dan dipastikan tidak lagi memiliki peluang untuk merebut gelar juara musim ini.
Pertandingan tidak digelar di Jakarta, melainkan dipindahkan ke Samarinda.
Keputusan itu diambil karena alasan keamanan serta adanya agenda Milad ke-15 GRIB Jaya di kawasan Gelora Bung Karno pada waktu yang sama.
Selain berdampak pada klasemen, kekalahan ini memukul gengsi Persija dalam rivalitas klasik melawan Persib.
Dukungan besar Jakmania yang hadir ke stadion pun harus berakhir dengan kekecewaan.
Di sisi lain, Bobotoh merayakan kemenangan penting yang mendekatkan Maung Bandung ke trofi juara.
Sosok Adam Alis menjadi sorotan utama karena tampil sebagai penentu di pertandingan terbesar musim ini.
Fenomena “Cacing Persija” menunjukkan bagaimana satu spanduk yang awalnya dimaksudkan sebagai penyemangat dapat berubah menjadi simbol sindiran ketika hasil di lapangan tidak sesuai harapan.
Dalam hitungan jam, istilah itu menjelma menjadi salah satu topik paling ramai dibicarakan di jagat sepak bola Indonesia.***
Penulis : Soni Tarsoni

















