WARTAGARUT.COM – IDX Composite atau Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan tajam pada perdagangan Senin (18/5/2026).
Hingga pukul 11.27 WIB, indeks berada di level 6.453,25 setelah merosot 270,07 poin atau 4,02 persen dibanding penutupan sebelumnya.
Penurunan tersebut membuat IHSG mendekati area psikologis 6.400, level yang menjadi perhatian investor karena bertepatan dengan titik terendah dalam 52 minggu terakhir.
Dalam sesi perdagangan hari ini, indeks sempat dibuka di 6.628,98, bergerak ke level tertinggi 6.631,28, lalu jatuh hingga menyentuh 6.398,79.
Data itu menunjukkan bahwa tekanan jual berlangsung hampir sepanjang sesi, sekaligus membawa IHSG ke posisi terendah dalam satu tahun terakhir.
Sebagai perbandingan, level tertinggi indeks selama 52 minggu terakhir tercatat di 9.174,47.
Tekanan juga terlihat pada LQ45 yang berisi saham-saham unggulan. Indeks ini turun 3,40 persen ke posisi 635,49, menandakan pelemahan tidak hanya terjadi pada saham lapis kedua, tetapi juga pada emiten berkapitalisasi besar.
Di kawasan Asia, pergerakan bursa berlangsung bervariasi.
KOSPI menguat 1,26 persen, sementara Nikkei 225 melemah 0,67 persen dan Hang Seng Index turun 1,35 persen.
Perbandingan ini menunjukkan tekanan di pasar Indonesia berlangsung lebih dalam dibanding sejumlah indeks regional.
Koreksi lebih dari empat persen dalam sehari menjadi sinyal kuat bahwa sentimen pasar sedang sangat sensitif.
Investor umumnya mencermati faktor global, pergerakan nilai tukar, dan arus dana asing untuk menentukan langkah berikutnya.
Level 6.400 kini menjadi area penting yang akan menentukan arah IHSG dalam jangka pendek. Jika indeks mampu bertahan, peluang pemulihan tetap terbuka.
Namun jika level tersebut ditembus, tekanan jual berpotensi berlanjut.
Bagi investor, kondisi seperti ini biasanya dimanfaatkan untuk mengevaluasi portofolio dan menyesuaikan strategi sesuai profil risiko masing-masing.
Fokus pasar selanjutnya tertuju pada apakah IHSG mampu bangkit dari tekanan atau justru melanjutkan tren pelemahan.***
Penulis : Soni Tarsoni

















