Selaawi Garut Jadi Kawasan Prioritas, Kemenko PM Genjot Industri Bambu Lewat Program Gebrak Bambu

- Jurnalis

Senin, 27 April 2026 - 17:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Selaawi Garut Jadi Kawasan Prioritas, Kemenko PM Genjot Industri Bambu Lewat Program Gebrak Bambu

Selaawi Garut Jadi Kawasan Prioritas, Kemenko PM Genjot Industri Bambu Lewat Program Gebrak Bambu

WARTAGARUT.COM – Pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat mulai mendorong transformasi besar industri bambu di Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut.

Hal itu ditandai dengan meluncurkan program “Gebrak Bambu” atau Gerakan Bersama Akselerasi Bangun Masyarakat Berdaya dan Unggul, Senin (27/4/2026), sebagai langkah menjadikan bambu penggerak baru ekonomi perdesaan.

Program yang digelar di Aula Kecamatan Selaawi hingga 29 April 2026 itu menjadi bagian dari penguatan Kawasan Perdesaan Prioritas sesuai arah RPJMN 2025–2029 dengan semangat pembangunan dari desa dan dari bawah.

Dalam skema tersebut, Kecamatan Selaawi ditetapkan sebagai salah satu kawasan prioritas nasional karena dinilai memiliki potensi ekonomi lokal yang kuat melalui komoditas unggulan bambu.

Sebanyak 38 peserta yang terdiri dari pengrajin bambu dari tujuh desa serta perwakilan BUMDesma mengikuti pelatihan diversifikasi produk bambu yang dirancang untuk meningkatkan kualitas produksi, efisiensi usaha, hingga daya saing pasar.

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Kemenko PM, Prof. rer.nat Abdul Haris, menegaskan bahwa bambu kini tidak lagi dipandang sekadar bahan bangunan tradisional.

Baca Juga :  Jadwal Indonesia vs Mozambik: Jam Kick Off, Siaran Langsung, dan Peluang Garuda Naik Ranking FIFA

Menurutnya, bambu telah masuk sebagai bagian dari industri hijau global dengan nilai pasar dunia tahun 2025 diperkirakan mencapai USD 79,36 miliar dan diproyeksikan meningkat menjadi USD 115,3 miliar pada 2030.

Namun di tengah peluang besar itu, Indonesia saat ini baru berkontribusi sekitar 1 persen terhadap produksi olahan bambu dunia.

“Bambu bukan lagi sekadar bahan bangunan tradisional, tetapi telah menjadi bagian dari industri hijau global. Kesenjangan antara potensi dan realitas inilah yang menjadi tanggung jawab kita bersama melalui peningkatan kapasitas, inovasi, dan kualitas produksi,” tegas Abdul Haris.

Ia menilai Selaawi memiliki modal kuat untuk naik kelas dari sentra kerajinan rakyat menjadi kawasan industri bambu yang lebih modern dan berkelanjutan.

Karena itu, melalui program Gebrak Bambu, para pengrajin tidak hanya diajarkan membuat variasi produk bernilai jual lebih tinggi, tetapi juga didorong memahami standar mutu, efisiensi proses produksi, serta model usaha berbasis bambu yang berkelanjutan.

Baca Juga :  Danantara Siapkan Patriot Bond, Menkeu Purbaya Bocorkan Insentif Investor

Program ini merupakan kolaborasi antara Kemenko PM, IPB University, dan Pemerintah Kabupaten Garut sebagai bentuk sinergi pusat, akademisi, dan daerah dalam mengangkat potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi.

Abdul Haris meminta seluruh peserta pelatihan menjadi agen perubahan di desa masing-masing agar ilmu yang diperoleh tidak berhenti pada pelatihan semata.

“Keterampilan yang dimiliki para pengrajin adalah aset bangsa. Dari tangan-tangan terampil inilah lahir produk bernilai tinggi yang tidak hanya menggerakkan ekonomi lokal, tetapi juga membawa nama Indonesia ke tingkat global,” ujarnya.

Dengan intervensi program ini, Selaawi diproyeksikan tidak lagi hanya dikenal sebagai penghasil kerajinan bambu tradisional, tetapi berkembang menjadi pusat industri bambu berdaya saing yang mampu membuka lapangan kerja.

Selain itu juga memperkuat UMKM desa, dan menjadi model pembangunan ekonomi perdesaan berbasis potensi lokal.***

Penulis : Soni Tarsoni

Berita Terkait

Daftar Wilayah dengan Harga Pertamax Termurah dan Termahal di Indonesia
Harga Pertamax Hari Ini Naik, Simak Daftar Harga BBM Terbaru
Harga BBM Terbaru 8 Juni 2026: Pertamax Turbo Naik, Dexlite Turun Rp3.600, Ini Daftar Lengkapnya
PT Surya Garut Abadi Resmi Luncurkan Batik Khas 2026, Simbol Identitas dan Kebanggaan 18 Ribu Siswa
Rudy Gunawan Apresiasi Bupati Syakur Amin, Garut Raih Juara 1 Pengendalian Inflasi Nasional
PIP Juni 2026 Belum Cair? Ini Jadwal Termin 2 dan Cara Cek Penerima
Danantara Siapkan Patriot Bond, Menkeu Purbaya Bocorkan Insentif Investor
Rupiah Menguat Tipis ke Rp18.015 Saat Mata Uang Asia Melemah

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:25 WIB

Daftar Wilayah dengan Harga Pertamax Termurah dan Termahal di Indonesia

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:39 WIB

Harga Pertamax Hari Ini Naik, Simak Daftar Harga BBM Terbaru

Senin, 8 Juni 2026 - 07:39 WIB

Harga BBM Terbaru 8 Juni 2026: Pertamax Turbo Naik, Dexlite Turun Rp3.600, Ini Daftar Lengkapnya

Minggu, 7 Juni 2026 - 08:35 WIB

PT Surya Garut Abadi Resmi Luncurkan Batik Khas 2026, Simbol Identitas dan Kebanggaan 18 Ribu Siswa

Jumat, 5 Juni 2026 - 21:05 WIB

Rudy Gunawan Apresiasi Bupati Syakur Amin, Garut Raih Juara 1 Pengendalian Inflasi Nasional

Berita Terbaru

error: Content is protected !!