Pupuk Subsidi Garut Tak Langka, Ternyata Ini Penyebab Petani Belum Bisa Menebus

Rabu, 5 Agustus 2026 - 19:36 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menerima jajaran PT Pupuk Indonesia Regional Jawa Barat bersama Asosiasi Pupuk Kabupaten Garut untuk membahas kelancaran distribusi pupuk bersubsidi, Rabu, 5 Agustus 2026

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menerima jajaran PT Pupuk Indonesia Regional Jawa Barat bersama Asosiasi Pupuk Kabupaten Garut untuk membahas kelancaran distribusi pupuk bersubsidi, Rabu, 5 Agustus 2026

WARTAGARUT.COM –  Sebagian petani di Kabupaten Garut masih belum bisa menebus pupuk subsidi meski stok dipastikan tersedia. Penyebabnya bukan kelangkaan, melainkan belum terdaftar dalam sistem Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

Kondisi tersebut mengemuka saat Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menerima silaturahmi jajaran Manajemen PT Pupuk Indonesia Regional Jawa Barat bersama Asosiasi Pupuk Kabupaten Garut di Ruang Rapat Pamengkang, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Rabu (5/8/2026).

Bupati menegaskan pupuk bersubsidi, baik Urea, NPK, maupun pupuk organik, memiliki peran penting dalam menjaga produktivitas pertanian sehingga ketersediaan dan penyalurannya harus dipastikan tepat sasaran.

“Selama ini distribusi pupuk di Garut berjalan baik. Namun karena pupuk ini merupakan barang bersubsidi, pengawasannya harus dilakukan bersama agar manfaatnya benar-benar diterima oleh petani yang berhak,” ujar Abdusy Syakur Amin.

Baca Juga :  MTsN 1 Garut Kampanyekan Tumbler untuk Kurangi Sampah Plastik

Pernyataan itu menegaskan bahwa keberhasilan program subsidi tidak hanya diukur dari ketersediaan stok, tetapi juga dari ketepatan distribusi kepada petani yang menjadi sasaran pemerintah.

Penyaluran Sudah Capai 50 Persen

Manager Penjualan Jabar 3 PT Pupuk Indonesia, Teuku Reza Pratama, menjelaskan hingga akhir Juli 2026 penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Garut telah mencapai sekitar 50 persen dari total alokasi tahun berjalan.

Menurutnya, distribusi berlangsung normal di seluruh Lini III dan Lini IV, dengan stok pupuk Urea dan NPK tetap tersedia di seluruh Penerima Pupuk Titik Serah (PPTS).

Terkait harga pupuk, PT Pupuk Indonesia memastikan seluruh kios atau PPTS telah disosialisasikan agar menjual pupuk sesuai harga yang ditetapkan pemerintah.

“Kami memastikan harga pupuk yang ditransaksikan di seluruh PPTS mengikuti ketentuan pemerintah. Jika ada biaya pengiriman ke rumah atau lahan petani, itu merupakan layanan terpisah sesuai permintaan petani,” kata Teuku Reza.

Baca Juga :  Kapolsek Tarogong Kidul Ingatkan Siswa MTsN 1 Garut Jauhi Geng Motor

Kendala Bukan Kelangkaan Pupuk

PT Pupuk Indonesia menegaskan tidak ada kelangkaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Garut. Kendala yang masih ditemui di lapangan umumnya berkaitan dengan administrasi, yakni petani yang belum terdaftar dalam sistem RDKK sehingga belum dapat melakukan penebusan.

Saat ini sekitar 254 ribu petani di Kabupaten Garut telah tercatat dalam RDKK sebagai dasar penyaluran pupuk bersubsidi.

Perusahaan juga terus berkoordinasi dengan Dinas Pertanian kabupaten untuk mendorong petani yang belum terdata agar segera masuk ke dalam sistem RDKK. Selain itu, edukasi mengenai penggunaan pupuk organik akan diperkuat sebagai bagian dari upaya menjaga kesuburan tanah dan meningkatkan produktivitas pertanian dalam jangka panjang.

Penulis : Soni Tarsoni

Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jelang Hari Pahlawan! Fadli Zon Sampaikan Rekomendasi Gelar Pahlawan Nasional 2026 kepada Prabowo
CPNS 2026 Direncanakan Dibuka November, Cek Formasi dan Jadwalnya
CPNS 2026 Kapan Dibuka? Ini Rencana Pendaftaran dan Syaratnya
Jalan Pamegatan–Singajaya Diperbaiki, Warga Diminta Bersabar 60 Hari
Anggaran Desa Garut Rp154,85 Miliar, Bupati Ingatkan Risiko Salah Kelola
Diskannak Garut Luncurkan Pesona, Dorong Gemarikan dan Inovasi Produk Ikan
PESONA Perikanan Diluncurkan di Garut, Dorong Nilai Tambah Produk Perikanan dan Gerakan Masyarakat Gemar Makan Ikan
Anggaran Garut 2027 Dipangkas Rp240 Miliar, Pj Sekda Dilantik

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 17:36 WIB

Jelang Hari Pahlawan! Fadli Zon Sampaikan Rekomendasi Gelar Pahlawan Nasional 2026 kepada Prabowo

Sabtu, 7 November 2026 - 08:26 WIB

CPNS 2026 Kapan Dibuka? Ini Rencana Pendaftaran dan Syaratnya

Kamis, 5 November 2026 - 07:01 WIB

Jalan Pamegatan–Singajaya Diperbaiki, Warga Diminta Bersabar 60 Hari

Rabu, 4 November 2026 - 18:26 WIB

Anggaran Desa Garut Rp154,85 Miliar, Bupati Ingatkan Risiko Salah Kelola

Selasa, 3 November 2026 - 15:49 WIB

Diskannak Garut Luncurkan Pesona, Dorong Gemarikan dan Inovasi Produk Ikan

Berita Terbaru

Polsek Tarogong Kidul mengamankan dua terduga pelaku curanmor yang diduga terlibat dalam delapan TKP.

Uncategorized

GPS Bantu Polisi Ungkap Dugaan 8 TKP Curanmor di Garut

Minggu, 8 Nov 2026 - 04:28 WIB