Cegah Mafia Pupuk! Bupati Garut Instruksikan Distribusi Ketat dan Penyaluran Transparan

Jumat, 14 November 2025 - 17:54 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Cegah Mafia Pupuk! Bupati Garut Instruksikan Distribusi Ketat dan Penyaluran Transparan

Cegah Mafia Pupuk! Bupati Garut Instruksikan Distribusi Ketat dan Penyaluran Transparan

WARTAGARUT.COM – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menegaskan bahwa penyaluran subsidi pupuk harus dilakukan secara merata dan tepat sasaran untuk menjaga keberlangsungan sektor pertanian di Kabupaten Garut.

Penegasan itu disampaikannya dalam Pertemuan Pembahasan Subsidi Pupuk Merata, Penyediaan Subsidi Pupuk, dan Kemudahan Pupuk yang berlangsung di Ruang Serbaguna SMKN 12 Garut, Kecamatan Tarogong Kidul, Jumat (14/11/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyoroti besarnya perhatian pemerintah pusat terhadap petani melalui alokasi subsidi pupuk nasional yang mencapai Rp44,6 triliun untuk 10 komoditas utama.

Menurutnya, nilai itu menunjukkan betapa strategisnya sektor pertanian dalam menjaga stabilitas pangan nasional.

“Sekedar informasi bahwa pupuk yang diberikan kepada petani itu ada 10 komoditas, itu relatif besar. Pemerintah pusat memberikan pupuk nilainya sebesar 44,6 triliun rupiah,” ujar Bupati.

Ia kemudian membandingkan harga pupuk subsidi dan pupuk nonsubsidi (industri) guna menggambarkan betapa besar manfaat yang diterima petani.

Bupati Garut, Syakur Amin mengingatkan bahwa kesalahan penyaluran pupuk dapat berdampak serius pada biaya produksi petani.

“Kita bisa bayangkan kalau harga pupuk mahal maka biaya produksi akan mahal. Sehingga ketika petani hitung-hitungan dengan harga jual, mungkin dia hanya mendapatkan keuntungan yang sedikit. Lama-lama apa? Orang tidak mau lagi jadi petani, padahal petani itu selalu dibutuhkan oleh masyarakat,” imbuhnya

Baca Juga :  MTsN 1 Garut Kampanyekan Tumbler untuk Kurangi Sampah Plastik

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Haeruman, menjelaskan bahwa regulasi baru membawa kabar baik berupa penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi. Hal ini sejalan dengan Permentan Nomor 13 Tahun 2025 tentang Pelaksanaan Perpres Nomor 6 Tahun 2025.

Berdasarkan aturan tersebut, jenis pupuk subsidi kini dibatasi yaitu, UreaN, PK Ponska, NPK Formulasi Khusus, SP36, ZA, Organik.

Namun saat ini, kata Ia, Kabupaten Garut baru menerima alokasi untuk dua jenis pupuk, yaitu Urea dan NPK.

Haeruman juga menegaskan bahwa komoditas yang berhak menerima pupuk subsidi ditetapkan sebanyak 10: padi, jagung, kedelai, ubi kayu, bawang merah, bawang putih, aneka cabai, kopi, tembakau, dan kakao.

Ia menyampaikan adanya penetapan penurunan HET pupuk oleh Menteri Pertanian RI pada 22 Oktober 2025, yaitu:

Urea: dari Rp112.500 → Rp90.000 (per karung 50 kg)

Baca Juga :  PESONA Perikanan Diluncurkan di Garut, Dorong Nilai Tambah Produk Perikanan dan Gerakan Masyarakat Gemar Makan Ikan

NPK: dari Rp115.000 → Rp92.000 (per karung 50 kg)

NPK Formulasi Khusus: dari Rp165.000 → Rp132.000 (per karung 50 kg)

Organik: dari Rp32.000 → Rp26.600 (per karung 40 kg)

Hingga Oktober 2025, kata Haruman, penyerapan pupuk subsidi di Kabupaten Garut menunjukkan progres positif:

Urea: terserap 29.748 ton (52,28% dari target 56.906 ton)

NPK: terserap 40.985 ton (80% dari target 51.000 ton)

Haeruman menyampaikan bahwa angka tersebut menjadi indikator penting dalam mengevaluasi kebutuhan dan efektivitas penyaluran pupuk bersubsidi ke lapangan.

Distribusi Melibatkan 13 PUD dan 269 Kios

Pertemuan ini juga melibatkan 13 Pelaku Usaha Distribusi (PUD) dan 269 kios penerima pada titik serah (PPTS) yang menjadi ujung tombak penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Garut.

Kehadiran mereka dinilai penting karena berada di garis terdepan dalam memastikan pupuk diterima oleh petani yang berhak.

Dengan adanya pembahasan ini, pemerintah daerah berharap mekanisme penyaluran pupuk semakin baik, efektif, dan mampu mendukung produktivitas petani di seluruh wilayah Garut.***

Penulis : Soni Tarsoni

Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jelang Hari Pahlawan! Fadli Zon Sampaikan Rekomendasi Gelar Pahlawan Nasional 2026 kepada Prabowo
CPNS 2026 Direncanakan Dibuka November, Cek Formasi dan Jadwalnya
CPNS 2026 Kapan Dibuka? Ini Rencana Pendaftaran dan Syaratnya
Jalan Pamegatan–Singajaya Diperbaiki, Warga Diminta Bersabar 60 Hari
Anggaran Desa Garut Rp154,85 Miliar, Bupati Ingatkan Risiko Salah Kelola
Diskannak Garut Luncurkan Pesona, Dorong Gemarikan dan Inovasi Produk Ikan
PESONA Perikanan Diluncurkan di Garut, Dorong Nilai Tambah Produk Perikanan dan Gerakan Masyarakat Gemar Makan Ikan
Anggaran Garut 2027 Dipangkas Rp240 Miliar, Pj Sekda Dilantik

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 17:36 WIB

Jelang Hari Pahlawan! Fadli Zon Sampaikan Rekomendasi Gelar Pahlawan Nasional 2026 kepada Prabowo

Sabtu, 7 November 2026 - 08:26 WIB

CPNS 2026 Kapan Dibuka? Ini Rencana Pendaftaran dan Syaratnya

Kamis, 5 November 2026 - 07:01 WIB

Jalan Pamegatan–Singajaya Diperbaiki, Warga Diminta Bersabar 60 Hari

Rabu, 4 November 2026 - 18:26 WIB

Anggaran Desa Garut Rp154,85 Miliar, Bupati Ingatkan Risiko Salah Kelola

Selasa, 3 November 2026 - 15:49 WIB

Diskannak Garut Luncurkan Pesona, Dorong Gemarikan dan Inovasi Produk Ikan

Berita Terbaru

Polsek Tarogong Kidul mengamankan dua terduga pelaku curanmor yang diduga terlibat dalam delapan TKP.

Uncategorized

GPS Bantu Polisi Ungkap Dugaan 8 TKP Curanmor di Garut

Minggu, 8 Nov 2026 - 04:28 WIB