Jelang May Day, Bupati Garut Instruksikan Pengamanan Humanis dan Dialog Buruh

Rabu, 29 April 2026 - 12:23 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jelang May Day, Bupati Garut Instruksikan Pengamanan Humanis dan Dialog Buruh

Jelang May Day, Bupati Garut Instruksikan Pengamanan Humanis dan Dialog Buruh

WARTAGARUT.COM – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, mengambil langkah antisipatif jelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 1 Mei 2026 dengan menginstruksikan pengamanan humanis, membuka ruang dialog resmi, agar aspirasi buruh tersalurkan tanpa memicu gangguan keamanan di Kabupaten Garut.

Instruksi tersebut disampaikan Abdusy Syakur Amin saat memimpin Rapat Koordinasi persiapan May Day di Ruang Pamengkang, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Selasa (28/4/2026), bersama unsur Forkopimda, perangkat daerah, dan instansi teknis terkait.

Menurutnya, Hari Buruh bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum sah bagi para pekerja untuk menyuarakan hak-haknya di tengah berbagai persoalan ketenagakerjaan yang masih mengemuka.

Karena itu, ia menegaskan pemerintah tidak boleh menutup ruang penyampaian aspirasi, namun harus memastikan kegiatan berlangsung produktif dan tidak bergeser menjadi situasi yang kontraproduktif.

“Kita wajib memberikan ruang bagi mereka untuk menyampaikan aspirasinya. Namun kita juga harus mencegah jangan sampai kegiatan ini menjadi tidak produktif. Saya instruksikan lakukan pengamanan humanis dan preemtif, sediakan wadah aspirasi, serta bangun narasi publik positif agar situasi aman, kondusif, dan humanis,” tegas Abdusy Syakur Amin.

Baca Juga :  Hasil Timor Leste vs Indonesia Sudah Keluar, Data Pertandingannya Mengejutkan

Langkah tersebut menandai bahwa Pemkab Garut memilih pendekatan dialogis dibanding sekadar pengamanan formal. Pemerintah ingin memastikan suara buruh terdengar, tetapi stabilitas daerah tetap terjaga.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Garut, Nia Garnia Karyana, menjelaskan pihaknya telah melakukan komunikasi intensif dengan sedikitnya 30 serikat pekerja di Kabupaten Garut untuk memetakan pola aksi, tuntutan, serta kemungkinan konsentrasi massa.

Menurut Nia, sesuai arahan Kementerian Ketenagakerjaan, May Day 2026 mengusung tema kolaboratif yakni Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Buruh dan Kesejahteraan Bersama.

Sebagai tindak lanjut, Disnakertrans menyiapkan agenda public hearing atau forum tukar pendapat terbuka yang akan mempertemukan unsur pemerintah dengan perwakilan buruh.

“Kami sudah memetakan rencana aksi yang kemungkinan terpusat di Alun-Alun Garut, Lapangan Setda, dan Simpang Lima. Intinya penyampaian aspirasi tetap harus mengacu pada aturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Nia Garnia Karyana.

Dalam rapat koordinasi tersebut, terungkap sedikitnya ada enam isu besar yang diprediksi menjadi materi tuntutan buruh pada May Day tahun ini.

Baca Juga :  Evaluasi Disiplin ASN Garut Diperketat demi Tingkatkan Pelayanan Publik

Mulai dari tuntutan upah layak di Kabupaten Garut, pencabutan Omnibus Law atau UU Cipta Kerja, penghapusan sistem outsourcing, penghentian PHK massal, penghentian kriminalisasi gerakan buruh, hingga pemenuhan hak pekerja di sejumlah perusahaan termasuk PT Danbi International.

Poin terakhir dinilai cukup sensitif karena berkaitan langsung dengan hak normatif pekerja di badan usaha. Untuk itu, Disnakertrans dijadwalkan segera memanggil sejumlah perusahaan besar guna meminta kesiapan jawaban dan skema solusi.

Langkah ini menunjukkan bahwa Pemkab Garut tidak ingin May Day berhenti pada aksi demonstrasi simbolik, melainkan menjadi pintu masuk penyelesaian konkret atas persoalan hubungan industrial yang selama ini dikeluhkan pekerja.

Dengan skema pengamanan humanis, forum aspirasi resmi, serta pelibatan perusahaan, May Day 2026 di Garut diarahkan bukan hanya menjadi panggung tuntutan, tetapi momentum mencari titik temu antara buruh, pengusaha, dan pemerintah.

Penulis : Soni Tarsoni

Sumber Berita: Diskominfo Garut

Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perda Bantuan Hukum Garut Ditargetkan Perluas Akses Keadilan Warga
Pernyataan Terbaru Sudaryono Muncul di Tengah Dugaan Keracunan MBG di Garut
252.520 Warga Miskin, Bupati Garut Siapkan Solusi Khusus, Efektifkah?
Putri Karlina Dukung GAMAS, Maula Akbar Antar Tiga Anak ke Al Mashduqi Islamic School Garut
Cara Daftar Beasiswa Garut 2026, Simak Syarat dan Tahapannya
Jadwal Beasiswa Garut 2026 Lengkap, Catat Tanggal Pentingnya
Pemkab Garut Buka Beasiswa Satu Desa Satu Sarjana 2026, Tersisa 109 Desa Jadi Prioritas
Perbup PSU Perumahan Garut Diubah, Pengelolaan PSU Terlantar Jadi Prioritas

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 06:31 WIB

Perda Bantuan Hukum Garut Ditargetkan Perluas Akses Keadilan Warga

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:56 WIB

Pernyataan Terbaru Sudaryono Muncul di Tengah Dugaan Keracunan MBG di Garut

Selasa, 21 Juli 2026 - 06:43 WIB

252.520 Warga Miskin, Bupati Garut Siapkan Solusi Khusus, Efektifkah?

Selasa, 14 Juli 2026 - 18:44 WIB

Putri Karlina Dukung GAMAS, Maula Akbar Antar Tiga Anak ke Al Mashduqi Islamic School Garut

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:00 WIB

Cara Daftar Beasiswa Garut 2026, Simak Syarat dan Tahapannya

Berita Terbaru

Ilustrasi. Gambaran pertandingan Indonesia melawan Vietnam pada Grup A Piala AFF 2026.

EVENT OLAHRAGA

Jadwal Timnas Indonesia vs Vietnam, Jam Berapa dan Apa Taruhannya?

Minggu, 2 Agu 2026 - 21:29 WIB