WARTAGARUT.COM —Anggota Fraksi PKB DPRD Jawa Barat yang juga anggota Komisi V, H. Aceng Malki atau Ceng Dewan menegaskan, Hari Tani Nasional menjadi momentum refleksi perjuangan petani dan kondisi agraria Indonesia, bukan sekadar peringatan tahunan.
Hari Tani Nasional diperingati setiap 24 September, dan pada tahun 2025 jatuh pada Rabu, menandai peringatan ke-62 sejak ditetapkannya Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) pada 1960.
Tema tahun ini adalah “Beradaptasi dengan Perubahan Iklim”, menekankan pentingnya pertanian tangguh di tengah tantangan global.
Ceng Malki menyebut meski UUPA sudah lebih dari enam dekade, persoalan agraria di Indonesia belum tuntas.
Konflik lahan masih kerap terjadi, ketimpangan penguasaan tanah belum terselesaikan, dan kesejahteraan petani masih stagnan.
“Petani adalah tulang punggung bangsa. Mereka bukan hanya penyedia pangan, tetapi juga penjaga kelestarian lingkungan lewat pertanian berkelanjutan,”ujar Ceng Malki kepada Warta Garut.com, pada Rabu, 24 September 2024.
“Maka wajar jika kita menjadikan Hari Tani Nasional sebagai momen untuk memperkuat keadilan agraria,” tambahnya.
Ia menegaskan, Hari Tani Nasional bermakna penghargaan petani, keadilan agraria, dan kesadaran publik atas peran strategis pertanian.
Ceng Dewan mendorong pemerintah mempercepat kebijakan agraria yang adil dan melindungi petani dari keterpinggiran.
“Hari Tani Nasional bukan hanya untuk dikenang, tapi untuk diperjuangkan. Sebab petani adalah urat nadi bangsa, tanpa mereka kita akan rapuh,” pungkasnya.***
Penulis : Soni Tarsoni









