Ketua AIPGI Pusat: Sarjana Gizi Bisa Kerja di Rumah Sakit hingga Industri Makanan Sehat

- Jurnalis

Selasa, 19 Mei 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua AIPGI Pusat: Sarjana Gizi Bisa Kerja di Rumah Sakit hingga Industri Makanan Sehat

Ketua AIPGI Pusat: Sarjana Gizi Bisa Kerja di Rumah Sakit hingga Industri Makanan Sehat

WARTAGARUT.COM – Ketua AIPGI Pusat, Prof. Dr. Ir. Budi Setiawan, M.S., menyatakan sarjana gizi saat ini sedang menjadi rebutan di berbagai sektor.

Karena itu, ia menyambut antusias launching Program Studi S1 Gizi dan SDGs Center Institut Kesehatan Karsa Husada Garut (IKKHG) dalam Seminar Nasional di Kampus 2 IKKHG, Selasa, 19 Mei 2026.

Menurut Prof. Budi, pembukaan Program Studi S1 Gizi merupakan langkah strategis yang sangat tepat, terlebih kebutuhan tenaga gizi di Indonesia terus meningkat seiring berkembangnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan berbagai layanan kesehatan masyarakat.

“Sarjana Gizi sekarang jadi rebutan. Salah satu syarat dalam penyelenggaraan program MBG adalah adanya sarjana gizi. Ini menunjukkan kebutuhan tenaga gizi semakin tinggi,” ujarnya.

Ia mengaku merasa sangat bahagia karena selain menjabat sebagai Ketua AIPGI Pusat, dirinya juga berasal dari Kabupaten Garut. Kehadiran Program Studi S1 Gizi di IKKHG dinilai menjadi kebanggaan tersendiri.

Baca Juga :  113 Calon Murid Ikuti Psikotes dan Tes Mengaji di SMK Muhammadiyah Garut, Sekolah Petakan Bakat Sejak Awal

“Saya orang Garut. Ada perguruan tinggi di Garut membuka Sarjana Gizi, ini sesuatu yang sangat membahagiakan,” katanya.

Prof. Budi menjelaskan peluang kerja lulusan gizi sangat luas. Selain dapat bekerja di rumah sakit, puskesmas, dan layanan kesehatan lainnya, sarjana gizi juga banyak dibutuhkan di industri pangan.

Menurutnya, tren healthy food dan functional food mendorong perusahaan makanan untuk tidak hanya memproduksi makanan yang enak, tetapi juga menyehatkan dan memberikan manfaat kesehatan.

“Sekarang makanan tidak hanya harus enak, tetapi juga menyehatkan. Itu sebabnya kebutuhan ahli gizi semakin besar,” ujarnya.

Ia mengungkapkan saat ini terdapat sekitar 140 Program Studi S1 Gizi di Indonesia, delapan Program Magister, dan dua Program Doktor yang berada di Universitas Indonesia dan IPB University.

Baca Juga :  Majelis Alumni IPNU Garut Dipimpin Aceng Malki, PKB Garut Siap Dukung Kolaborasi

Di samping itu, pendidikan profesi gizi juga terus berkembang. Saat ini terdapat 14 Program Profesi Dietisien dan satu Program Profesi Nutritionist yang baru dibuka di IPB University.

AIPGI, lanjut dia, telah menyiapkan sekitar 150 calon dosen untuk mendukung pembukaan Program Profesi Nutritionist di sekitar 30 perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Prof. Budi menegaskan lulusan Sarjana Gizi yang ingin berpraktik sebagai tenaga kesehatan harus menempuh pendidikan profesi agar memperoleh Surat Tanda Registrasi (STR).

Ia menilai kehadiran Program Studi S1 Gizi di IKKHG akan membuka peluang besar bagi generasi muda Garut untuk menempuh pendidikan di bidang yang sangat dibutuhkan saat ini.

“Garut tidak boleh ketinggalan. Saya sangat menyambut baik langkah IKKHG membuka Program Studi S1 Gizi sebagai bagian dari pengembangan pendidikan gizi di Indonesia,” pungkasnya.***

Penulis : Soni Tarsoni

Berita Terkait

Dispora Garut Apresiasi Sarana Olahraga IKKHG, Dorong Kolaborasi Pembinaan Atlet
Hanya 73 Dokter Gigi Layani 2,7 Juta Warga Garut, PDGI Dukung IKKHG Buka Fakultas Kedokteran Gigi
2 Juta Mulut di Garut Butuh Layanan Gigi, Rudy Gunawan Dorong FKG IKKHG Jadi Solusi
Setelah 4 Prodi Raih Akreditasi Unggul, IKKHG Bersiap Tambah Fakultas Kedokteran Gigi
Tak Sekadar Syukuran, YDHIG Garut Umumkan Tiga Agenda Besar untuk Masa Depan Pendidikan Kesehatan di IKKHG
UNIGA Jalin Kerja Sama Internasional dengan National Meanchey University Kamboja
Tambal Gigi dan Scaling Gratis Pakai BPJS, Ini 8 Layanan yang Bisa Didapat di Puskesmas
Pembina YDHIG Lantik Senat Akademik IKKHG 2026–2030, Perkuat Tata Kelola Pendidikan Tinggi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:14 WIB

Dispora Garut Apresiasi Sarana Olahraga IKKHG, Dorong Kolaborasi Pembinaan Atlet

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:12 WIB

Hanya 73 Dokter Gigi Layani 2,7 Juta Warga Garut, PDGI Dukung IKKHG Buka Fakultas Kedokteran Gigi

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:11 WIB

2 Juta Mulut di Garut Butuh Layanan Gigi, Rudy Gunawan Dorong FKG IKKHG Jadi Solusi

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:10 WIB

Setelah 4 Prodi Raih Akreditasi Unggul, IKKHG Bersiap Tambah Fakultas Kedokteran Gigi

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:08 WIB

Tak Sekadar Syukuran, YDHIG Garut Umumkan Tiga Agenda Besar untuk Masa Depan Pendidikan Kesehatan di IKKHG

Berita Terbaru

Gregor Kobel tampil gemilang saat Swiss mengalahkan Aljazair 2-0 di Piala Dunia FIFA 2026

EVENT OLAHRAGA

Rating Pemain Swiss vs Aljazair: Kobel Jadi Man of The Match

Jumat, 3 Jul 2026 - 14:43 WIB

error: Content is protected !!