WARTAGARUT.COM – Masyarakat Kabupaten Garut yang membutuhkan layanan kesehatan paru dan penyakit dalam kini dapat menyesuaikan kunjungan dengan jadwal praktik dokter di Klinik Utama Dr. H.A. Rotinsulu Garut.
Klinik yang berada di bawah naungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tersebut telah mengumumkan jadwal pendaftaran dan pelayanan dokter spesialis untuk memudahkan pasien mendapatkan layanan kesehatan.
Informasi jadwal dokter menjadi salah satu kebutuhan penting bagi masyarakat sebelum berobat. Dengan mengetahui jadwal praktik, pasien dapat mengatur waktu kunjungan dan menghindari antrean yang terlalu padat.
Berdasarkan informasi yang diumumkan Klinik Utama Dr. H.A. Rotinsulu Garut, terdapat tiga dokter spesialis yang melayani pasien dengan jadwal berbeda pada hari kerja.
Jadwal Dokter Spesialis Paru dan Penyakit Dalam
Dokter spesialis paru, dr. Ahmad Junaidi, Sp.P, melayani pasien setiap Senin hingga Jumat.
Jadwal pendaftaran dibuka pada pukul 07.30 hingga 12.00 WIB dan dilanjutkan kembali pukul 13.00 hingga 14.30 WIB.
Sementara itu, dokter spesialis paru lainnya, dr. Monica Bil Geni, Sp.P, memiliki jadwal pelayanan yang terbagi dalam dua sesi berbeda.
Pada hari Senin dan Kamis, pelayanan dibuka mulai pukul 13.00 hingga 15.00 WIB. Sedangkan pada hari Selasa dan Rabu, pasien dapat melakukan pendaftaran mulai pukul 07.30 hingga 09.30 WIB.
Untuk layanan penyakit dalam, dr. Hasan Ali Abdurrachman, Sp.PD, melayani pasien pada hari Senin, Rabu, dan Jumat. Jam pelayanan berlangsung mulai pukul 11.00 hingga 15.00 WIB.
Permudah Akses Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Keberadaan Klinik Utama Dr. H.A. Rotinsulu Garut menjadi salah satu fasilitas kesehatan rujukan yang melayani masyarakat, khususnya pasien dengan gangguan kesehatan paru maupun penyakit dalam.
Masyarakat yang ingin memperoleh informasi lebih lanjut terkait layanan maupun pendaftaran dapat menghubungi nomor layanan resmi 0812-2286-104 atau melalui akun media sosial Klinik Paru Rotinsulu Garut.
Dengan tersedianya jadwal dokter yang jelas, masyarakat diharapkan dapat merencanakan kunjungan secara lebih efektif sehingga pelayanan kesehatan dapat berjalan lebih optimal.***
Penulis : Soni Tarsoni

















