WARTAGARUT.COM – Lebih dari 120 warga mengikuti Pawai Obor Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah di RW 05 Kampung Cibangban, Kelurahan Karangmulya, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Senin (15/6/2026) malam.
Kegiatan yang rutin digelar setiap tahun tersebut tidak hanya menjadi tradisi menyambut tahun baru Islam, tetapi juga sarana mengenalkan sejarah hijrah Rasulullah SAW kepada generasi muda sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat.
Pawai obor menjadi puncak rangkaian kegiatan peringatan Tahun Baru Islam yang sebelumnya diawali dengan doa akhir tahun, salat Magrib berjamaah, dan doa awal tahun 1 Muharram 1448 Hijriah.
Ketua Panitia Pawai Obor RW 05 Kampung Cibangban, Ali Imran, mengatakan kegiatan tersebut memiliki makna yang lebih dalam dibanding sekadar perayaan seremonial.
Menurutnya, pawai obor menjadi momentum untuk menumbuhkan kebanggaan sebagai umat Islam sekaligus mengingatkan kembali perjalanan hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah yang menjadi tonggak penting dalam sejarah Islam.
“Tujuan kegiatan ini yang pertama, kami bangga menjadi seorang muslim. Yang kedua untuk mengajarkan kepada anak-anak dan adik-adik kita tentang sejarah hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah sehingga nilai-nilai perjuangan beliau tetap diketahui dan dipahami generasi sekarang,” ujar Ali Imran.
Ia menjelaskan, tema yang diusung tahun ini adalah ‘Dengan Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H Kita Mantapkan Kembali Kebersamaan dan Persatuan untuk Mendukung Pemerintahan Republik Indonesia Menuju Generasi Emas 2045’.
Pawai Obor Jadi Media Pendidikan Sejarah Islam
Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan pola kehidupan masyarakat, Ali menilai pengenalan sejarah Islam kepada anak-anak perlu dilakukan dengan cara yang menarik dan melibatkan partisipasi langsung masyarakat.
Karena itu, pawai obor dipilih sebagai media edukasi yang mampu menghadirkan suasana kebersamaan sekaligus menanamkan nilai keislaman kepada generasi muda.
“Setiap tahun warga kami selalu berupaya memperingati Tahun Baru Islam dengan pawai obor atau kegiatan keagamaan lainnya. Ini sudah menjadi tradisi yang terus dijaga,” katanya.
Kegiatan tersebut mendapat antusiasme tinggi dari warga. Anak-anak, remaja hingga orang tua terlihat membawa obor sambil berjalan mengelilingi lingkungan kampung dengan penuh semangat.
Pesan Hijrah: Berubah Menjadi Lebih Baik
Sementara itu, tokoh masyarakat RW 05 Kampung Cibangban, Ustaz H Aim S.Pd.I, mengajak umat Islam menjadikan momentum 1 Muharram sebagai sarana introspeksi dan perubahan diri ke arah yang lebih baik.
Menurutnya, makna hijrah tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan tempat, tetapi juga perpindahan sikap, perilaku, dan kualitas ibadah.
“Nilai hijrah yang harus kita teladani adalah meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Dari yang akhlaknya kurang baik menjadi lebih baik, dari yang belum menjaga salat menjadi lebih disiplin salat, dan dari yang belum terbiasa beribadah sunnah menjadi lebih rajin beribadah,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menghidupkan amalan-amalan sunnah di bulan Muharram, terutama puasa Tasu’a dan Asyura yang memiliki keutamaan tersendiri dalam ajaran Islam.
Menurut H Aim, masyarakat dapat memanfaatkan momentum Tahun Baru Islam untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT sekaligus mempererat hubungan sosial di lingkungan sekitar.
Menjaga Tradisi Keagamaan di Tengah Perubahan Zaman
Peringatan 1 Muharram di RW 05 Cibangban menunjukkan bahwa tradisi keagamaan masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Garut.
Di tengah derasnya arus modernisasi, kegiatan seperti pawai obor dinilai mampu menjadi ruang pendidikan karakter, memperkuat identitas keislaman, sekaligus membangun kebersamaan antarwarga.
Lebih dari sekadar berjalan membawa obor, kegiatan tersebut menjadi simbol semangat hijrah menuju kehidupan yang lebih baik, lebih religius, dan lebih peduli terhadap sesama.
Dengan semangat itu, warga berharap nilai-nilai hijrah Rasulullah SAW terus hidup dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi bekal bagi generasi muda menuju Indonesia Emas di masa mendatang.***
Penulis : Soni Tarsoni


















Komentar