WARTAGARUT.COM – Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Aceng Malki, menegaskan dukungan penuh terhadap peresmian Klinik Utama Dr. H. A. Rotinsulu Garut yang diresmikan Dirjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI Azhar Jaya dan Sekretaris Daerah Garut, Nurdin Yana, di Jalan Pembangunan Kelurahan Sukagalih, Tarogong Kidul Kabupaten Garut, pada Kamis (4/12/2025).
Ia menilai keberadaan klinik ini menjadi momentum penting untuk mempercepat penanganan penyakit paru dan Tuberkulosis (TB) di wilayah Priangan Timur, tterutama Garut yang masih memiliki beban kasus tinggi.
Ceng Malki menyebut langkah Kemenkes memperkuat layanan rujukan di daerah sebagai “kebijakan yang tepat dan strategis”, serta perlu diperluas ke tahap pembangunan rumah sakit ketika kapasitas klinik sudah maksimal.
“Kami di Komisi V melihat pembangunan fasilitas ini sebagai kebutuhan mendesak. Garut membutuhkan layanan paru yang lebih kuat, lebih dekat, dan lebih terintegrasi. Pemerintah pusat dan daerah harus berjalan seirama agar peningkatan layanan ini benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Ceng Malki.
Aceng Malki menilai sinergi pemerintah pusat, Pemprov Jabar, dan Pemkab Garut sangat menentukan keberhasilan layanan paru dan eliminasi TBC cepat.
“Klinik Rotinsulu adalah aset penting. Kalau capaian keberhasilan pengobatannya sudah 97 persen, itu artinya model layanan seperti ini harus diperkuat. Kita dorong agar fasilitas ini naik kelas menjadi rumah sakit paru rujukan Jabar bagian selatan,” ungkapnya.
Aceng Malki mengapresiasi capaian itu dan menegaskan perlunya percepatan perluasan layanan.
“Kami mendorong Kemenkes dan Pemprov Jabar untuk mempertimbangkan penambahan lahan dan peningkatan status fasilitas ini. Garut sudah sangat siap, dan masyarakat sangat membutuhkan layanan paru yang memadai,” ujarnya.
Dirjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI Azhar Jaya sebelumnya menyampaikan bahwa Klinik Rotinsulu memiliki peluang berkembang menjadi rumah sakit penuh apabila kebutuhan masyarakat terus meningkat.
“Ke depan kalau memang dibutuhkan, dan masyarakat banyak datang, bisa saja menjadi rumah sakit. Tapi kita lihat dulu progresnya,” ucap Azhar.
Azhar juga membawa arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk mempercepat penurunan tiga penyakit besar, termasuk TB. I
a menekankan pentingnya case finding, kepatuhan minum obat, dan dukungan Pendamping Minum Obat (PMO).
“Kalau pasien TB sudah diobati dua minggu, dia sudah tidak menular,” tegasnya.
Sekda Garut Nurdin Yana pun menyampaikan bahwa Garut dengan populasi 2,8 juta penduduk masih kekurangan fasilitas rujukan, terutama ketersediaan tempat tidur rumah sakit.
“Kalau ini jadi rumah sakit, stakeholder lain akan bertambah sehingga pelayanan bisa terbagi lebih baik,” kata Nurdin.
Direktur Utama RS Paru Rotinsulu drg. Tri Fajari Agustini menyebut bahwa kolaborasi dengan Pemkab Garut memperkuat komitmen penanganan paru.
Ia menargetkan kontribusi besar terhadap eliminasi TBC cepat 2029.
“Klinik ini menjadi bagian dari strategi eliminasi TBC cepat. Tahun 2024 kami mencatat 97 persen keberhasilan pengobatan TB,” ujarnya.
Kadis Kesehatan Garut Leli Yuliani menambahkan bahwa sinergi Rotinsulu, puskesmas, dan komunitas TB mengantarkan Garut meraih penghargaan notifikasi terbaik TBC dari Gubernur Jabar.
“Kami sangat bahagia dengan hadirnya tambahan fasilitas rujukan baru,” kata Leli.
____
Jangan lewatkan berita penting se-Garut!
Klik 🔔 Lonceng Merah di pojok kanan bawah sekarang, lalu ikuti Saluran WhatsApp “WARTA GARUT” untuk dapat kabar tercepat, akurat, dan terpercaya setiap hari.
Gratis selamanya!
Penulis : Soni Tarsoni









