Bayi Tiga Bulan Alami Gagal Tumbuh, Enjang Tedi: Perlu Kolaborasi Multi Pihak Tekan Angka Stunting

- Jurnalis

Jumat, 28 April 2023 - 13:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi V dari Fraksi PAN DPRD Jawa Barat, H. Enjang Tedi, S.Sos., M.Sos

Anggota Komisi V dari Fraksi PAN DPRD Jawa Barat, H. Enjang Tedi, S.Sos., M.Sos

WARTA GARUT, JAWA BARAT – Seorang bayi usia tiga bulan asal kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut, Jawa Barat yang didiagnosa mengalami gagal tumbuh sejak tanggal 21 April hingga saat ini masih ditangani tenaga medis RSUD dr. Slamet. Bayi tersebut juga pernah dirawat di tempat yang sama pada tanggal 12 – 18 April lalu.

Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, H. Enjang Tedi, S.So., M.Sos menyampaikan, pihaknya bekerjasama dengan pemerintah dan semua stakeholder akan terus bekerja keras guna menekan angka anak yang mengalami stunting atau gagal tumbuh di Kabupaten Garut.

“Tentunya sebagai anggota Komisi V DPRD Jabar, saya perlu turut terlibat aktif dalam penanganan terhadap anak stunting, gagal tumbuh dan yang lainnya berkaitan dengan keperluan gizi anak. Ini butuh kerja keras dan kolaborasi multi pihak, termasuk masyarakat yang harus komunikasi, berkonsultasi,” ujar Enjang Tedi di Bandung, Jumat (28/4/2023).

Legislator Dapil Kabupaten Garut ini menyatakan bahwa dengan peran dan fungsinya di Komisi V, dirinya berkomitmen untuk ikut mendongkrak kesehatan masyarakat di wilayahnya salah satunya dengan pencegahan stunting, gagal tumbuh atau gizi buruk.

Baca Juga :  Temu Alumni 2026 IKKHG Digelar 12 Maret, Lulusan Berbagai Prodi Diajak Kembali ke Kampus

“Persoalan stunting, gizi buruk atau gagal tumbuh itu kan hari ini sedang menjadi konsentrasi Pemerintah. Saya dan teman teman di Komisi V tentu sudah seharusnya punya andil dalam meningkatkan kesehatan masyarakat diantaranya melalui regulasi dan pengawasan,” jelasnya.

Wakil Ketua DPW PAN Jabar ini juga mengapresiasi kinerja Pemda Garut yang responsif mengatasi persoalan bayi gagal tumbuh asal Selawi tersebut. Ia menegaskan, masyarakat harus mendapatkan kemudahan pelayanan dalam segala hal, diantaranya kesehatan.

“Saya terima kasih sekali kepada Pemda Garut yang sudah menjamin biaya pengobatan anak tersebut sehingga mendapatkan perhatian khusus dan kemudahan pelayanan kesehatan. Di sisi lain kita bangga bahwa tahun ini Garut menjadi salah satu daerah yang berhasil menekan angka stunting secara signifikan,” tandasnya.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut Didit Fajar Putradi mengatakan, pihaknya sudah memberikan penanganan medis dan menanggung semua biaya perawatan maupun kebutuhan gizi bayi yang didiagnosa alami gagal tumbuh itu.

Baca Juga :  PMBM MAN 1 Garut 2026/2027 Resmi Dibuka, Madrasah Unggulan dengan Program MA Plus Keterampilan

“Ini jadi jaminan pemerintah daerah, insya Allah Dinas Kesehatan juga beserta teman-teman SKPD dan ASN lainnya, kita menyiapkan ketersediaan susu keperluan gizi khusus ini,” kata Didit di RSUD dr Slamet Garut, Kamis (27/4).

Sebelumnya, Direktur Jenderal (Dirjen) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) RI, dr.

Maria Endang Sumiwi menyampaikan, dirinya sangat terkesan melihat antusiasme masyarakat Garut yang semangat dan gembira. Ia berharap, Kabupaten Garut dapat menurunkan angka stunting dan mencapai target yang diberikan oleh Presiden RI, Joko Widodo yaitu sebesar 14% di tahun 2024.

Hal itu disampaikan Maria saat menghadiri Opening Ceremony Festival Rumah Gizi yang digagas Pengurus Daerah (PD) ‘Aisiyah Kabupaten Garut bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Garut pada Sabtu (28/1) lalu.

“Angka stunting Garut saat ini di 23%, nasional rata-ratanya 21%, (memang) masih lebih tinggi dari angka nasional, penurunannya lebih jauh dari penurunan nasional nasional, kan penurunan nasional 2,8% di sini turunnya 10%, jadi kerja kerasnya hebat,” kata Maria kala itu. (Soni/rls)

Berita Terkait

Ramadan Penuh Kebersamaan, RS Medina Garut Gelar Buka Bersama Dokter dan Manajemen
Kabar Baik! RS Medina Hadirkan Isolasi Anak dan Ambulans Baru untuk Pasien Jantung BPJS
200 Ribu BPJS PBI Dinonaktifkan, RS Medina Siapkan Layanan Darurat
Rudy Gunawan Dorong Perbaikan Data PBI BPJS Dipercepat, Warga Garut Diminta Tak Panik
HGN 2026, Kepala Dinkes Garut Ajak Masyarakat Penuhi Gizi Seimbang dari Pangan Lokal
Anggota Komisi V DPRD Jabar Aceng Malki, Dorong Penguatan Layanan Paru Usai Klinik Rotinsulu Diresmikan
Anggota Komisi V DPRD Jabar, Ceng Malki Dorong Sinergi Lintas Sektor Percepat Penanganan TBC
Pesan Tegas Wabup Garut Putri Karlina ke Direktur RSUD Baru: Perbaiki Layanan dengan Sentuhan Perempuan!
Berita ini 153 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 Maret 2026 - 05:10 WIB

Ramadan Penuh Kebersamaan, RS Medina Garut Gelar Buka Bersama Dokter dan Manajemen

Sabtu, 28 Februari 2026 - 06:34 WIB

Kabar Baik! RS Medina Hadirkan Isolasi Anak dan Ambulans Baru untuk Pasien Jantung BPJS

Minggu, 8 Februari 2026 - 15:25 WIB

200 Ribu BPJS PBI Dinonaktifkan, RS Medina Siapkan Layanan Darurat

Minggu, 8 Februari 2026 - 14:09 WIB

Rudy Gunawan Dorong Perbaikan Data PBI BPJS Dipercepat, Warga Garut Diminta Tak Panik

Senin, 26 Januari 2026 - 17:53 WIB

HGN 2026, Kepala Dinkes Garut Ajak Masyarakat Penuhi Gizi Seimbang dari Pangan Lokal

Berita Terbaru

error: Content is protected !!