WARTAGARUT.COM – SMK Muhammadiyah Garut melaksanakan rangkaian Ujian Sekolah (US) Tahun 2026 yang dimulai sejak 6 April hingga 14 April 2026 dengan mengintegrasikan aspek akademik, keislaman, dan keterampilan praktik sebagai tolok ukur kelulusan siswa.
Ketua Panitia Ujian Sekolah yang juga Wakasek Kurikulum, Toni Sukirno, SE, Ak, menjelaskan bahwa pelaksanaan ujian tahun ini dirancang secara komprehensif untuk memastikan kualitas lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter dan siap menghadapi dunia kerja.
Pada tahap awal, 6 April 2026, kata Ia, siswa mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang meliputi mata pelajaran Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab. Tes ini dilaksanakan secara daring dan terintegrasi langsung dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat melalui Majelis Dikdasmen.
“Tes ini bertujuan memastikan bahwa lulusan tidak hanya unggul dalam bidang kejuruan, tetapi juga memiliki fondasi keislaman yang kuat serta berjiwa Muhammadiyah,” ujar Toni.
Selanjutnya, pada 7 hingga 10 April 2026, siswa mengikuti tes tulis Ujian Sekolah yang menjadi bagian penting dalam mengukur capaian pembelajaran selama menempuh pendidikan di SMK.
Menurut Toni, ujian tulis ini bukan sekadar formalitas kelulusan, melainkan menjadi indikator keberhasilan sekolah dalam mencetak lulusan yang kompeten dan berdaya saing.
“Ujian sekolah ini menjadi tolak ukur keberhasilan pendidikan di SMK dalam mencetak lulusan yang siap kerja dan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri,” katanya.
Tahap akhir dilaksanakan pada 13 hingga 14 April 2026 melalui ujian praktik yang mencakup ibadah keislaman dan olahraga. Ujian ini dirancang untuk membentuk keseimbangan antara aspek spiritual dan jasmani siswa.
“Ujian praktik ibadah dan olahraga bertujuan membentuk siswa yang memiliki keimanan yang kuat sekaligus kesehatan fisik yang baik,” jelasnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan Ujian Sekolah 2026 di SMK Muhammadiyah Garut mencerminkan pendekatan pendidikan holistik yang menggabungkan kecerdasan intelektual, spiritual, dan keterampilan praktis.
Dengan model ujian yang terstruktur tersebut, pihak sekolah berharap dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya siap bersaing di dunia kerja, tetapi juga memiliki karakter dan nilai keislaman yang kuat.
“Ujian ini bukan hanya untuk lulus, tapi untuk memastikan siswa benar-benar siap menghadapi tantangan ke depan,” pungkasnya. ***
Penulis : Soni Tarsoni

















