*Ceng Malki Bongkar Penyebab Garut IPM Terendah, Usul Kebijakan Baru*
WARTAGARUT.COM – Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi PKB sekaligus anggota Komisi V, H. Aceng Malki atau akrab disapa Ceng Malki, menyoroti rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Garut.
Ia menilai problem pendidikan di Garut tidak bisa diselesaikan hanya dengan kebijakan top-down dari provinsi atau pusat.Perlu pendekatan yang memperhatikan aspek sosiologis, antropologis, dan geografis tiap wilayah.
“Garut itu IPM-nya terendah. Kalau mau meningkatkan, kebijakan jangan seragam. Harus lihat kondisi masyarakatnya. Di selatan misalnya, pemukiman warga tersebar di pegunungan, jauh dari sekolah negeri. Banyak yang akhirnya putus sekolah atau hanya mondok tanpa melanjutkan sekolah formal,” ujar Ceng Malki, kepada WartaGarut.com, pada Minggu, 14 September 2025.
Ia menilai dua kendala utama penyebab rendahnya pendidikan di Garut adalah pertama Faktor geografis, banyak kampung berada di lereng dan pelosok gunung, jauh dari sekolah negeri yang biasanya berada di pusat kecamatan.
Kemudian yang kedua, Faktor motivasi dan orientasi. banyak anak muda yang setelah sekolah tidak punya tujuan jelas, akhirnya memilih bekerja di konveksi, berdagang, atau sekadar membantu orang tua di ladang.
Karena itu, Ceng Malki mendorong pemberian beasiswa khusus bagi siswa kurang mampu di wilayah pelosok Garut, terutama mereka yang memilih jalur pendidikan pesantren atau boarding school.
“Beasiswanya jangan hanya untuk sekolah negeri. Tapi juga untuk santri yang mondok, agar bisa sekolah sekaligus mengaji. Jadi selain biaya sekolah ditanggung, biaya hidup di pondok juga dibantu. Kalau sekolah di kota tapi tidak mondok, biayanya tinggi karena harus kos. Solusinya ya sekolah di pesantren plus beasiswa,” jelasnya.
Program beasiswa santri sebenarnya sudah tercantum dalam RPJMD Gubernur Jawa Barat, namun menurut Ceng Malki eksekusinya belum maksimal.
Karena itu, ia berjanji akan mengajukan secara resmi ke Komisi V DPRD Jabar agar segera terealisasi.
“Kalau ini bisa dijalankan, saya yakin sedikit banyak bisa mengurangi masalah pendidikan dan meningkatkan IPM, terutama di Garut selatan, bahkan juga di wilayah utara,” pungkasnya.***
Penulis : Soni Tarsoni














